Penelpon Misterius Ancam Ledakkan Patung Liberty, Pengunjung Panik

Kompas.com - 25/04/2015, 04:08 WIB
Para pengunjung menuju Pulau Liberty di New York, yang termasuk salah satu tempat wisata milik pemerintah yang ditutup mulai Selasa (1/10) karena penghentian operasi pemerintah APPara pengunjung menuju Pulau Liberty di New York, yang termasuk salah satu tempat wisata milik pemerintah yang ditutup mulai Selasa (1/10) karena penghentian operasi pemerintah
EditorBayu Galih

NEW YORK, KOMPAS.com - Aparat keamanan Amerika Serikat mengamankan lokasi di sekitar Patung Liberty setelah muncul ancaman bom, Jumat (24/4/2015). Pengunjung yang berada di lokasi pun dikosongkan dari pulau yang menjadi tempat simbol AS itu berada.

Kepolisian New York kemudian menyatakan lokasi sekitar Patung Liberty telah aman setelah dilakukan "pemeriksaan menyeluruh". Namun, Pulau Liberty dan monumen itu ditutup sepanjang Jumat.

Ancaman adanya bom disampaikan melalui telepon ke saluran gawat-darurat sekitar pukul 11.00. Penelpon mengancam akan meledakkan Patung Liberty.

Setelah mengetahui adanya ancaman, menurut petugas taman nasional Liberty, sontak para petugas keamanan mengerahkan kekuatan untuk melakukan evakuasi pengunjung dari Pulau Liberty.

Beragam foto di Twitter pun memperlihatkan antrean panjang turis yang menunggu ferry untuk menyebrang ke Manhattan.

"Tolong kerja samanya bapak dan ibu. Mohon berjalan cepat lewati barikade ke bagian belakang kapal," demikian imbauan petugas lewat pengeras suara.

"Masih banyak tempat duduk yang tersedia di bagian atas. Jadi jangan diam atau menghalangi orang lain," lanjut petugas.

Polisi yang terdiri dari satuan anjing pelacak kemudian menyisir lokasi untuk menemukan bom. Tim gegana pun diturunkan setelah diketahui ada benda mencurigakan di salah satu loker milik pengunjung. Polisi kemudian menyatakan situasi aman dan terkendali sekitar pukul 14.00.

Setiap hari ribuan orang mengunjungi patung kolosal setinggi 46 meter yang berbentuk perempuan memegang obor itu. Patung simbol kebebasan itu adalah hadiah dari Perancis untuk rakyat Amerika, yang didedikasikan pada tahun 1886.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Anjurkan Warga Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warga Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Internasional
Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Internasional
Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Internasional
Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X