Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/04/2015, 17:01 WIB
EditorErvan Hardoko

RIYADH, KOMPAS.com — Seorang pangeran kaya raya Arab Saudi menuai kritik di media sosial setelah menawarkan mobil mewah kepada para pilot AU Arab Saudi yang berpartisipasi dalam serangan udara di Yaman.

Awal pekan ini, Saudi mengumumkan penghentian serangan ke Yaman. Untuk merayakannya, Pangeran Al-Waleed bin Talal, salah satu orang terkaya di negeri itu, mengumumkan pada 3 juta pengikut akun Twitter-nya terkait hadiah untuk para penerbang tersebut.

"Sebagai penghargaan atas peran mereka dalam operasi tersebut, saya merasa terhormat untuk menawarkan 100 mobil Bentley kepada 100 pilot tempur Saudi," ujar Pangeran Al-Waleed lewat akun Twitter-nya itu.

Tawaran Pangeran Al-Waleed itu ditanggapi beragam reaksi. Lebih dari 28.000 orang membagi komentar tersebut dan 5.000 lainnya menyukai pernyataan sang pangeran.

Sebagian memuji sang pangeran karena dianggap "murah hati" dan sejumlah orang Saudi mengatakan bahwa para pilot mereka berhak mendapatkan mobil mewah, bahkan lebih lagi, karena telah menunaikan tugas negara.

Namun, mereka yang tinggal di luar Arab Saudi, khususnya di Yaman, menganggap penawaran yang disampaikan Pangeran Al-Waleed merupakan hal yang tak pantas.

"Seratus mobil Bentley untuk 100 pilot yang mengebom Yaman, sementara tak satu pun ambulans untuk semua rumah sakit yang mereka hancurkan," kata seorang warga Yaman, lewat akun Twitter-nya.

Warga Yaman lain, yang sempat membagi foto yang menunjukkan kehancuran rumahnya akibat serangan udara Arab Saudi, menulis di Twitter, "Pangeran Al-Waleed memberikan 100 Bentley untuk para pilot tempur Saudi. Sebaliknya, apartemen saya hancur akibat ledakan. Saya yakin, semangat saya lebih tinggi daripada pilot-pilot itu."

Pengguna media sosial lainnya menyoroti kesenjangan antara orang-orang yang hidup di Yaman, salah satu negara termiskin di dunia dan tetangga Arab Saudi yang kaya raya. "Apakah nyawa 100 atau 200 orang layak dipertukarkan untuk sebuah Bentley? Betapa murahnya nyawa manusia," kata seorang pengguna Twitter asal Jordania.

Komentar asli sang pangeran yang menawarkan hadiah tersebut kini telah dihapus meski lamannya masih bertebaran di dunia maya. Sejumlah media Arab Saudi melaporkan, akun Twitter sang pangeran telah diretas.

Namun, tak ada laporan soal peretasan yang disampaikan, dan Pangeran Al-Waleed tidak merespons ketika BBC meminta pendapatnya terkait masalah ini.

Tahun lalu, pangeran yang terkenal karena gaya hidupnya yang mewah dan gemar membagi hadiah itu memberikan 25 unit mobil mewah kepada anggota tim sepak bola setempat setelah mereka memenangkan kejuaraan Arab Saudi, sebuah langkah yang memicu perdebatan di Saudi tentang siapa yang berhak mendapat hadiah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.