Kompas.com - 22/04/2015, 21:13 WIB
Aparat keamanan Jepang menutupi sebuah drone yang ditemukan di atas atap kantor perdana menteri Jepang di Tokyo, Rabu (22/4/2015). JIJI PRESS / AFPAparat keamanan Jepang menutupi sebuah drone yang ditemukan di atas atap kantor perdana menteri Jepang di Tokyo, Rabu (22/4/2015).
EditorErvan Hardoko
TOKYO, KOMPAS.com — Pemerintah Jepang, Rabu (22/4/2015), mengatakan tengah melakukan investigasi setelah sebuah drone kecil dengan jejak radiasi ditemukan di atap kantor perdana menteri di Tokyo.

Insiden ini memicu kekhawatiran bahwa drone bisa digunakan orang-orang tertentu untuk melakukan serangan teror. Tak ada kerusakan atau korban dalam insiden ini. Selain itu, PM Shinzo Abe juga tengah berada di Indonesia untuk menghadiri Konferensi Asia Afrika.

Kepolisian Jepang sejauh ini belum bisa menduga pemilik drone tersebut. Saat ini kepolisian tengah menyelidiki kemungkinan drone itu terjatuh tanpa sengaja saat tengah diterbangkan.

"Ada kemungkinan drone bisa digunakan untuk melakukan serangan teror. Dalam insiden ini, kami akan mengevaluasi penggunaan drone dan mengambil langkah untuk mencegah serangan teror dengan menggunakan drone. Kami akan lakukan yang terbaik untuk mencegah serangan teror," kata Menteri Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga.

Sejauh ini belum diketahui kapan drone itu mendarat di atas atap kantor perdana menteri. Sejumlah pejabat kantor yang terletak di pusat kota Tokyo mengatakan, mereka jarang sekali memeriksa atap bangunan yang juga digunakan sebagai landasan helikopter itu.

Sejumlah kabar menyebut drone itu ditemukan tanpa sengaja oleh seorang pejabat kantor perdana menteri yang tengah mengajak sejumlah pegawai baru berkeliling bangunan tersebut.

Peristiwa yang awalnya dianggap sebagai sebuah insiden biasa kemudian berkembang setelah penyidik menemukan sedikit jejak radiasi dari drone tersebut meski polisi mengatakan bahwa level radiasi itu tidak berbahaya bagi manusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebuah rekaman video menampilkan sejumlah polisi tanpa mengenakan pakaian anti-radiasi membawa sebuah kotak plastik berwarna biru berisi drone tersebut untuk diteliti lebih lanjut.

Drone itu berukuran diameter sekitar 50 sentimeter dan dilengkapi empat baling-baling. Drone itu membawa sebuah kamera kecil dan sebuah botol plastik dengan isi yang belum diketahui. Demikian penjelasan Kepolisian Metropolitan Tokyo.

Polisi menduga botol itu adalah sumber jejak radiasi yang ditemukan para penyidik. Drone itu, lanjut polisi, juga diberi simbol peringatan adanya materi radioaktif.

Penggunaan drone kecil semakin populer di Jepang dan kerap digunakan untuk keperluan pertunjukan, merekam foto udara, dan tujuan lain. Namun, belakangan penggunaan drone juga memunculkan kekhawatiran terkait masalah keamanan.

Sejauh ini undang-undang Jepang tak melarang pengoperasian benda terbang tak berawak yang beroperasi di ketinggian 250 meter di atas permukaan tanah, kecuali berada di rute penerbangan.



Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X