Kompas.com - 22/04/2015, 08:55 WIB
Migran Afrika di pusat migran gelap Misrata, setelah diselamatkan di lepas pantai Libya. BBCMigran Afrika di pusat migran gelap Misrata, setelah diselamatkan di lepas pantai Libya.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com - Jumlah migran yang meninggal pada penyeberangan Laut Tengah dapat mencapai 30.000 orang tahun ini jika tingkat korban saat ini berlanjut, kata International Organisation for Migration (IOM).

Kematian tahun 2015 sampai sejauh ini 30 kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

PBB meyakini tenggelamnya satu perahu di lepas pantai Libia pada akhir minggu menewaskan 800 orang, yang terparah sampai sejauh ini.

Kapten kapal Tunisia tersebut selamat dan dituduh melakukan pembunuhan secara sengaja di Italia.

Jaksa menuduh Mohammed Ali Malek, 27 tahun, mengemudikan perahunya yang membawa beban berlebihan, menabrak sebuah kapal dagang yang berusaha melakukan penyelamatan.

Juru bicara IOM Joel Millman mengatakan kepada para wartawan di Jenewa, "Korban tewas 2015 sekarang adalah lebih dari 30 kali keseluruhan jumlah korban pada saat yang sama tahun lalu ... ketika hanya 56 korban migran yang dilaporkan meninggal di Laut Tengah."

"IOM sekarang khawatir jumlah keseluruhan tahun 2014 sebanyak 3.279 migran tewas di Laut Tengah kemungkinan akan dilampaui dalam beberapa minggu ini pada tahun ini, dan dapat melewati angka 30 ribu di akhir tahun, berdasarkan jumlah korban tewas saat ini. Kemungkinan bahkan dapat menjadi lebih tinggi."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih 1.700 migran diyakini telah meninggal sampai sejauh ini di tahun 2015.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.