Kompas.com - 21/04/2015, 19:50 WIB
Mantan perwira SS yang bertugas di kamp konsentrasi Auschwitz, Oskar Groening (93) menjalani sidang perdana di pengadilan kota Lueneburg, Jerman, Selasa (21/4/2015). Dia dituduh terlibat pembunuhan 300.000 warga Yahudi Hungaria di kamp konsentrasi yang terletak di Polandia itu. JULIAN STRATENSCHULTE / POOL / AFPMantan perwira SS yang bertugas di kamp konsentrasi Auschwitz, Oskar Groening (93) menjalani sidang perdana di pengadilan kota Lueneburg, Jerman, Selasa (21/4/2015). Dia dituduh terlibat pembunuhan 300.000 warga Yahudi Hungaria di kamp konsentrasi yang terletak di Polandia itu.
EditorErvan Hardoko
BERLIN, KOMPAS.com — Mantan perwira pasukan khusus Nazi, Oskar Groening, yang disebut media sebagai "sang akuntan Auschwitz", meminta maaf dalam persidangan yang digelar pada Selasa (21/4/2015) di kota Lueneburg, Jerman, atas perbuatannya di kamp konsentrasi Auschwitz.

"Bagi saya tak ada lagi pertanyaan karena saya secara moral bersalah," kata pria berusia 93 tahun itu kepada para hakim sambil mengakui bahwa dia mengetahui pembantaian warga Yahudi di kamar-kamar gas kamp tersebut.

"Saya meminta maaf. Anda (hakim) harus memutuskan kesalahan saya secara legal," ujar Oskar di hadapan pengadilan yang dihadiri 70 korban selamat holocaust dan kerabat mereka.

Melihat fakta bahwa sebagian besar tersangka penjahat perang Jerman sudah berusia sangat lanjut, Oskar kemungkinan termasuk satu di antara para tersangka terakhir yang diadili, 70 tahun setelah para tahanan kamp Auschwitz dibebaskan oleh pasukan sekutu.

Oskar Groening diadili karena dianggap terlibat pembunuhan 300.000 warga Yahudi Hongaria di kamar-kamar gas kamp konsentrasi Auschwitz. Jika kejahatannya terbukti, maka Oskar terancam hukuman penjara selama 15 tahun.

Jaksa penuntut mengatakan, Oskar berperan sebagai "akuntan" yang menyortir dan menghitung uang yang dibawa para tahanan Yahudi itu sebelum mereka dikirim ke kamar gas untuk dibunuh. Oskar juga bertugas mengumpulkan berbagai mata uang dari seluruh Eropa itu sebelum dikirim ke Berlin.

Dia juga bertugas menjaga barang bawaan para tahanan yang disita, begitu mereka tiba di kamp konsentrasi Auschwitz yang berada di Polandia yang kala itu diduduki Jerman.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X