"Sang Akuntan Auschwitz" Mulai Diadili di Jerman

Kompas.com - 21/04/2015, 17:34 WIB
Oskar Groening saat mengenakan seragam Nazi. Dia bertugas di kamp konsentrasi Auschwitz pada Mei-Juni 1944. Saat itu dia mengumpulkan uang yang dibawa para tahanan Yahudi dan mengirimkannya ke Berlin. TelegraphOskar Groening saat mengenakan seragam Nazi. Dia bertugas di kamp konsentrasi Auschwitz pada Mei-Juni 1944. Saat itu dia mengumpulkan uang yang dibawa para tahanan Yahudi dan mengirimkannya ke Berlin.
EditorErvan Hardoko
BERLIN, KOMPAS.com - Para korban selamat holocaust memenuhi sebuah pengadilan di kota Lueneberg, Jerman untuk menyaksikan sidang Oskar Groening (93) yang disebut sebagai "sang akuntan Auschwitz".

Oskar yang bekerja sebagai salah seorang penjaga di kamp konsentrasi Auschwitz antara Mei-Juni 1944 dianggap bertanggung jawab atas kematian 300.000 tahanan.  Saat Oskar bekerja di Auschwitz itu sebanyak 400.000 orang Yahudi dari Hungaria dibawa ke kamp tersebutu dan setidaknya 300.000 di antaranya tewas di kamar gas.

Oskar dituduh bertanggung jawab dalam mengumpulkan uang para tahanan Yahudi yang baru datang dan mengirimkan uang tersebut ke Berlin. Tugasnya itulah yang membuat media Jerman menjuluki Oskar sebagai "sang akuntan Auschwitz".

Oskar mengaku bekerja di kamp konsentrasi itu sebagai anggota SS, pasukan khusus Nazi. Namun dia membantah terlibat dalam proses pembunuhan para tahanan Yahudi di tempat itu.

Meski Oskar terus membantah tanggung jawab pribadi dalam proses pembantaian warga Yahudi itu, Oskar adalah salah satu dari sedikit mantan anggota Nazi yang mengakui adanya holocaust.

"Saya ingin mengatakan kepada mereka yang mengingkari peristiwa ini bahwa saya melihat sendiri krematorium, saya melihat lubang-lubang pembakaran dan saya menegaskan bahwa kejahatan ini memang terjadi. Saya ada di sana (Auschwitz)," ujar Oskar kepada media Jerman.

Pengadilan yang dimulai pada Selasa (21/4/2015) itu merupakan yang pertama dalam serangkaian sidang yang akan menghadirkan sejumlah orang yang dianggap bertanggung jawab dalam tragedi holocaust yang menewaskan setidaknya 6 juta orang Yahudi semasa Perang Dunia II.

Lebih dari 1,1 juta orang Yahudi tewas di Auschwitz, bersama puluhan ribu orang Gipsy, Polandia dan tahanan perang Uni Soviet. Namun, dari 6.500 mantan anggota SS yang pernah bertugas di kamp konsentrasi Auschwitz dan selamat dari perang, hanya 49 orang yang diadili di pengadilan-pengadilan Jerman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X