Ribuan Demonstran New York Tuntut Upah Minimum Rp 193.000 Per Jam

Kompas.com - 16/04/2015, 09:50 WIB
Koalisi kelompok pekerja restoran makanan siap saji melakukan protes di depan sebuah restoran McDonald's di Harlem, New York, April 2013. AFPKoalisi kelompok pekerja restoran makanan siap saji melakukan protes di depan sebuah restoran McDonald's di Harlem, New York, April 2013.
EditorEgidius Patnistik
NEW YORK, KOMPAS.com - Ribuan demonstran, termasuk banyak pekerja makanan cepat saji, berunjuk rasa di New York, AS, Rabu (15/4/2015) waktu setempat. Mereka menuntut upah minimum 15 dollar AS atau Rp 193.000 per jam agar lepas dari kemiskinan di kota terbesar di Amerika itu.

Para pekerja makanan cepat saji melakukan aksi mogok di lebih dari 230 kota di Amerika. Pihak penyelenggara mengatakan, aksi itu diikuti juga oleh staf bandara, konstruksi dan penitipan anak, serta orang-orang yang bekerja di bidang pendidikan. Mereka menyebut hal itu sebagai mobilisasi terbesar para pekerja yang dibayar tidak layak di AS. Sebanyak 10.000 hingga 15.000 orang ambil bagian dalam protes di New York, kata pihak penyelenggara.

Pedro Gamboa, 58 tahun, adalah pengurus bagasi di bandara JFK yang bekerja 40 jam seminggu. Ia bangun setiap pukul 03.00 pagi untuk melakukan pekerjaan itu. Untuk pekerjaannya itu Gamboa mendapat bayaran 10,10 dollar AS per jam.

"(Uang) itu tidak cukup. Anda harus menjadi seorang penyihir untuk bisa bertahan hidup dengan uang segitu," kata pria kelahiran Guatemala yang berkeluarga itu. "Setelah Anda membayar tagihan Anda, tidak ada yang tersisa di saku Anda."

Di New York, protes pertama dimulai pada sekitar pukul 06.00 di luar gerai McDonald's di Brooklyn. Di Manhattan, mahasiswa dan aktivis ikut serta dalam aksi protes para pekerja makanan cepat saji itu. Mereka mengangkat plakat yang bertulis, "Kenapa ada kemiskinan," "Berjuang untuk 15 (dollar)" dan "Karena sewa tidak akan menunggu".

Para pekerja mengatakan, mereka muak dengan gaji yang tidak dapat membuat mereka keluar dari kemiskinan dan ancaman pembalasan para majikan karena mereka bergabung atau membentuk serikat pekerja.

Pada 1 April, McDonald's mengatakan, pihaknya akan menaikkan gaji per jam sebesar 1 dollar AS di atas upah minimum lokal yang resmi bagi 90.000 karyawan di restoran milik perusahaan itu. Namun, kenaikan itu tidak berlaku bagi 660.000 karyawan yang bekerja untuk restoran yang dimiliki oleh pemegang waralaba, yang merupakan 90 persen dari 14.000 outlet McDonald's di seluruh Amerika Serikat.

Upah minimum di Negara Bagian New York adalah 8,75 dollar AS per jam dan dijadwalkan akan naik menjadi 9 dollar AS tahun 2016. Ada upah minimum federal sebesar 7,25 dollar per jam, tetapi banyak negara bagian di AS punya standar upah minimum sendiri.



Sumber AFP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X