Kompas.com - 13/04/2015, 11:51 WIB
Kelompok peretas asal Rusia mengenali situs-situs yang rentan terhadap serangan melalui jaringan komputer yang terinfeksi malware. BBCKelompok peretas asal Rusia mengenali situs-situs yang rentan terhadap serangan melalui jaringan komputer yang terinfeksi malware.
EditorEgidius Patnistik
SYDNEY, KOMPAS.com - Sebuah situs web bandara di Australia terganggu (offline) Senin (13/4/2015) setelah diambil alih para peretas pro Negara Islam atau ISIS. Para peretas kemudian menerbitkan pesan yang mendukung kelompok ISIS.

Polisi mengatakan, para peretas (hacker) tampaknya telah menyasar web host yang digunakan oleh Bandara Internasional Hobart di Tasmania dan bukan fasilitas itu sendiri. Sejauh ini tidak ada ancaman langsung yang telah dilakukan.

"Sebuah pesan yang ditempatkan di situs itu berisi pernyataan yang mendukung ISIS," kata polisi Tasmania dalam sebuah pernyataan.

Pihak berwenang mengatakan, pesan serupa telah muncul di sejumlah situs web di seluruh dunia sepanjang tahun 2014.

Polisi mengatakan, "Kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas peretasan itu tampaknya tidak secara khusus menyasar organisasi yang menggunakan web host seperti yang digunakan Bandara Internasional Hobart."

Sejumlah pejabat telah diberitahu bahwa situs tersebut telah dirusak pada Minggu pagi dan masih tetap tidak bisa digunakan hingga Senin ini.

"Polisi Tasmania telah memantau aktivitas di lokasi bandara, dan tidak ada dugaan kegiatan yang ditargetkan di lokasi itu," tambah mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Australia terlibat dalam koalisi pimpinan AS untuk melawan ISIS di Irak. Australia juga telah semakin meningkatkan kewaspadaan terkait adanya warganya menjadi radikal. Sekitar 90 warga negara itu diduga sedang berperang bersama kelompok ISIS di Irak dan Suriah.

Semua operator penerbangan utama Australia terbang ke Hobart, ibukota negara bagian Tasmania, termasuk Qantas, Virgin Australia, dan Jetstar. Bandara Hobart mempertahankan nama "Bandara Internasional" walau penerbangan ke luar negeri tidak lagi dilayani di tempat itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.