Kompas.com - 10/04/2015, 11:25 WIB
Pejabat Menlu Pakistan, Sartaj Aziz (kiri) dan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif dalam pertemuan di Islamabad, Kamis (9/4/2015). VOAPejabat Menlu Pakistan, Sartaj Aziz (kiri) dan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif dalam pertemuan di Islamabad, Kamis (9/4/2015).
EditorEgidius Patnistik

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Menlu Iran tiba di Pakistan Kamis (9/4/2015) dalam lawatan dua hari sebagai bagian dari upaya kedua negara guna mencari solusi diplomatik terhadap krisis di Yaman. Pejabat Menlu Pakistan, Sartaj Aziz dalam konferensi pers bersama dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, "Saya berpendapat, salah satu kemungkinan adalah tindakan oleh Dewan Keamanan PBB (di Yaman)."

Teheran dan Islamabad sepakat bahwa dialog adalah cara terbaik untuk menyelesaikan konflik.

Pejabat Menlu Pakistan Sartaj Aziz menyarankan agar Dewan Keamanan PBB melaksanakan resolusi yang memberlakukan gencatan senjata di Yaman, dan mengenakan embargo pada pasokan senjata, serta melucuti senjata kelompok Huthi.

Namun, Menlu Iran Mohammad Javad Zarif tampaknya tidak setuju. "Ini harus terserah kepada warga Yaman untuk memutuskannya. Kita yang berada di luar Yaman, hanya bisa memfasilitasi," kata Zarif.

Iran dan Pakistan telah terlibat dalam diplomasi intensif dalam masalah ini selama beberapa hari terakhir bersama dengan negara-negara kawasan dan Muslim lainnya seperti Turki dan Yordania.

Mohammad Javad Zarif mengatakan, semua usaha negaranya dilakukan berdasarkan empat prinsip. Ia mengusulkan empat hal, "Gencatan senjata, bantuan kemanusiaan, dialog dalam negeri Yaman, serta pemerintahan berbasis luas," tambahnya.

Zarif menyatakan bahwa negaranya bersedia menggunakan pengaruhnya dengan pemberontak Huthi untuk mengamankan sebuah gencatan senjata segera di Yaman.

Selanjutnya, kedua pihak sepakat bahwa semua pihak perlu bersikap lebih fleksibel. Mereka juga menyepakati isu-isu kawasan lainnya, seperti perlunya Iran dan Pakistan bekerja sama untuk menciptakan stabilitas di Afganistan, meningkatkan keamanan di sepanjang perbatasan yang tidak aman diantara kedua negara itu, dan memperbaiki hubungan ekonomi, terutama kalau Iran berhasil menuntaskan sebuah perjanjian nuklir dengan ke 6 negara kuat dunia serta berhasil mengusahakan penghapusan sanksi terhadap Iran.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X