Kompas.com - 06/04/2015, 09:13 WIB
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com - Pihak berwenang Kenya telah mengidentifikasi salah seorang tersangka militan bersenjata al-Shabab yang membantai 148 orang di sebuah universitas, Garissa University College, sebagai putra seorang pejabat pemerintah Kenya.

Kementerian Dalam Negeri Kenya mengatakan Abdirahim Abdullahi termasuk di antara empat penyerang yang tewas hari Kamis (2/4/2015) dalam serangan tersebut. Juru bicara Kemendagri Mwenda Njoka mengatakan pejabat pemerintah itu sebelumnya melaporkan anaknya hilang.

Berita itu datang sementara warga Kenya mengadakan misa Paskah hari Minggu bagi para korban pembantaian dan Paus Fransiskus berdoa bagi mereka yang dibunuh orang-orang bersenjata yang menarget orang kristen dan muslim itu.

Banyak gereja di Kenya menyewa petugas keamanan bersenjata guna melindungi jemaat Paskah. Negara itu juga memulai masa berkabung tiga hari.

Kantor berita Perancis AFP melaporkan sedikitnya tujuh jam kemudian pasukan khusus baru tiba di lokasi pembantaian setelah terbang dengan pesawat dari ibukota, Nairobi, atau beberapa jam setelah para petugas keamanan lainnya berjuang melawan militan. Sejumlah wartawan yang menempuh jalur darat dengan jarak yang sama, 365 kilometer, dilaporkan tiba sebelum pasukan khusus. Beberapa surat kabar Kenya hari Minggu dengan tegas mengecam tanggapan pemerintah.

Namun, kepala keamanan nasional Kenya membela tanggapan yang dilakukan oleh pasukan khusus terhadap serangan itu.

Hari Sabtu, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta menghimbau persatuan setelah pembantaian oleh Al-Shabab, yang sebagian besar menarget warga kristen.

Sementara kepada VOA hari Minggu, Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengatakan Al-Shabab yang berpusat di Somalia adalah musuh kawasan yang perlu dihadapi. Menurutnya, tujuan Al-Shabab menarget umumnya orang kristen di Kenya adalah memisahkan muslim dan kristen, tetapi ia menyatakan tujuan itu gagal, karena warga Kenya memahami taktik militan itu.

Ditambahkannya, Al-Shabab "tidak punya martabat" dan hanya bisa menyerang "target-target yang rentan." Kepada VOA, ia mengatakan, tidak disebutkan dalam Islam untuk "membunuh non-muslim."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.