Kompas.com - 04/04/2015, 12:37 WIB
Benjamin Netanyahu mengatakan tak satu pun tuntutan Hamas dipenuhi. AFPBenjamin Netanyahu mengatakan tak satu pun tuntutan Hamas dipenuhi.
EditorEgidius Patnistik
JERUSALEM, KOMPAS.com - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Jumat (3/4/2015), mengumpulkan menteri-menteri keamanannya setelah memberitahu Presiden Amerika Barack Obama melalui telepon bahwa perjanjian kerangka kerja dengan Iran mengancam keberadaan Israel.

Netanyahu dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa perjanjian itu merupakan ancaman besar bagi Israel, kawasan itu dan dunia, karena akan meningkatkan ekonomi Iran, meningkatkan agresinya di kawasan itu dan meningkatkan resiko persaingan senjata nuklir dan perang.

Perjanjian itu dicapai setelah perundingan yang gigih selama delapan hari antara Iran dan enam negara besar dunia menetapkan panduan untuk perjanjian final menjelang akhir Juni.

Perjanjian itu menyerukan pelonggaran sanksi-sanksi terhadap Iran sementara Iran mengurangi program pengayaan uraniumnya yang dikhawatirkan akan digunakan untuk membuat senjata nuklir.

Ephraim Kam, Analis Lembaga Studi-studi Keamanan Nasional Israel mengatakan perjanjian itu mempunyai beberapa aspek positif tetapi kalah jauh oleh aspek negatifnya

"Program nuklir Iran sempat dihentikan dan tampak dipaksa mundur. Tapi di sisi lain ada banyak kekurangan dalam perjanjian ini yang seharusnya menjadi keprihatinan hampir semua orang," ungkapnya.

Para pengecam mengatakan perjanjian itu memungkinkan Iran untuk mempertahankan fasilitas-fasilitas nuklirnya yang ada dan bisa secepatnya diaktifkan kembali jika Iran menginginkannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pengecam mengatakan perjanjian itu juga tidak membahas program pengayaan uranium yang dapat dialihkan untuk membuat senjata nuklir bersama misil yang bisa membawa senjata nuklir itu ribuan kilometer jauhnya.

Profesor Ely Karmon dari Inter-Disciplinary Center Israel mengatakan, perjanjian mengabsahkan program nuklir Iran dan tidak menanggapi campur tangan Iran dalam konflik di Suriah, Iraq dan Yaman.

"Berdasarkan kenyataan ini dan potensi berselubung nuklir, Iran akan terus dan mungkin akan meningkatkan upaya-upaya agresifnya untuk memperluas kehadirannya di kawasan itu. Jadi jelas para pemimpin Israel sangat khawatir dengan masa depan," katanya.

Para pemimpin Israel telah mengatakan Iran punya hak untuk menanggapi secara unilateral setiap ancaman nuklir Iran termasuk mengebom fasilitas-fasilitas nuklir Iran.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.