Kompas.com - 26/03/2015, 19:46 WIB
Tim SAR berkumpul di lapangan dekat lokasi pencarian puing pesawat Germanwings Airbus A320 yang jatuh di wilayah tenggara Perancis, Selasa (24/3/2015). Pesawat Germanwings dilaporkan jatuh di pegunungan Alpenz di Perancis. Sebanyak 144 penumpang dan 6 awak dinyatakan tidak ada yang selamat. AFP PHOTO / BORIS HORVATTim SAR berkumpul di lapangan dekat lokasi pencarian puing pesawat Germanwings Airbus A320 yang jatuh di wilayah tenggara Perancis, Selasa (24/3/2015). Pesawat Germanwings dilaporkan jatuh di pegunungan Alpenz di Perancis. Sebanyak 144 penumpang dan 6 awak dinyatakan tidak ada yang selamat.
EditorErvan Hardoko

PARIS, KOMPAS.com — Seorang pejabat Perancis menduga, kopilot pesawat Airbus A320 milik Germanwings yang jatuh di Pegunungan Alpen tampaknya ingin "menghancurkan pesawat" tersebut.

Jaksa Marseille, Brice Robin, mengutip informasi dari kotak hitam pesawat, mengatakan bahwa kopilot duduk sendirian di dalam ruang kendali itu. Dia disebutkan secara sengaja mulai menurunkan pesawat ketika kapten pilot terkunci di luar kokpit.

Jaksa Robin menambahkan, kopilot—yang disebut bernama Andreas Lubitz—masih hidup sampai pada hantaman terakhir ketika pesawat menghunjam daratan.

"Kami mendengar pilot meminta pilot kedua untuk mengendalikan pesawat. Kami mendengar, pada saat yang sama, suara kursi digerakkan ke belakang dan suara pintu ditutup," tutur Robin kepada para wartawan.

"Pada saat itu, pilot kedua mengendalikan pesawat sendirian. Ketika dia sendiri, pilot kedua menekan tombol sistem pengawasan penerbangan untuk mengambil tindakan menurunkan pesawat," tambah Robin.

"Tindakan untuk mengendalikan ketinggian ini hanya bisa dilakukan secara sengaja," dia menambahkan.

Pesawat Airbus A320 yang terbang dari Barcelona ke Dusseldorf itu jatuh di Pegunungan Alpen, Perancis. Semua penumpang dan awak yang berjumlah 150 orang tewas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, surat kabar The New York Times mengutip seorang penyidik yang tidak disebutkan namanya bahwa salah seorang pilot—tidak jelas apakah kapten pilot atau kopilot—ke luar kokpit, tetapi tidak bisa masuk kembali.

Direktor Badan Penyelidik Penerbangan Perancis Remi Jouty mengatakan, analisis menyeluruh dari kotak hitam perekam suara di kokpit membutuhkan waktu beberapa pekan atau beberapa bulan.

Hingga saat ini, tambah Jouty, kotak hitam kedua yang merekam data penerbangan masih belum ditemukan.

Lufthansa—induk perusahaan Germanwings—belum mengumumkan nama kedua pilot, tetapi disebutkan bahwa pilot kedua bergabung dengan Germanwings pada September 2013, langsung setelah pelatihan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.