Kompas.com - 26/03/2015, 17:40 WIB
Seorang anggota pemberontak Syiah mengarahkan senapan mesinnya ke ibu kota Sanaa dari atas sebuah bukit. Pemberontak dikabarkan telah menguasai istana presiden dan menyerang kediaman resmi Presiden Abdurabuh Mansur Hadi, Selasa (20/1/2015). AFPSeorang anggota pemberontak Syiah mengarahkan senapan mesinnya ke ibu kota Sanaa dari atas sebuah bukit. Pemberontak dikabarkan telah menguasai istana presiden dan menyerang kediaman resmi Presiden Abdurabuh Mansur Hadi, Selasa (20/1/2015).
EditorErvan Hardoko
KHARTOUM, KOMPAS.com - Pemerintah Sudah, Kamis (26/3/2015), memutuskan untuk bergabung dengan intervensi militer pimpinan Arab Saudi ke Yaman untuk memukul milisi Houthi yang kini mengepung kota Aden tempat Presiden Abedrabbo Mansour Hadi berada.

"Sudah menyatakan ikut dalam operasi militer di Yaman," demikian kabar yang disampaikan angkatan bersenjata Sudan kepada para wartawan.

Namun, militer Sudan tak memberikan rincian peran yang akan diambil dalam operasi militer itu dan hanya mengatakan juru bicara militer akan segera memberikan keterangan.

Sementara itu, pemerintah Pakistan masih mempertimbangkan permintaan Arab Saudi agar negara itu terlibat dalam koalisi untuk mempertahankan pemerintah Yaman dari serbuan pemberontak Houthi.

"Saya bisa memastikan bahwa kami sudah dihubungi pemerintah Arab Saudi terkait masalah ini dan kami sedang mempertimbangkannya. Itu yang bisa saya katakan saat ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tasnim Aslam.

Aslam menegaskan sejauh ini pemerintah belum mengambil keputusan apapun terkait penutupan kantor kedutaan besar Pakistan di Sanaa.

Sebelumnya, kantor berita Arab Saudi SPA mengabarkan Pakistan bersama Mesir, Jordania, Maroko dan Sudan sudah menyatakan niatnya untuk berpartisipasi dalam operasi militer di Yaman tersebut.

Sejauh ini, Mesir dan Jordania kemudian disusul Sudan menyatakan bergabung dengan koalisi pimpinan Arab Saudi dalam intervensi militer ke Yaman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.