Kompas.com - 25/03/2015, 17:54 WIB
EditorErvan Hardoko
NAIROBI, KOMPAS.com - Sebuah restoran makanan China di ibu kota Kenya, Nairobi ditutup dan pemiliknya diperiksa pemerintah setempat setelah diduga melarang warga kulit hitam masuk ke dalam restoran tersebut. Demikian sejumlah laporan menyebutkan, Rabu (25/3/2015).

Restoran itu menjadi perhatian pemerintah kota Nairobi setelah warga yang geram memuntahkan kekesalan mereka lewat media sosial. Warga Nairobi mengecam kebijakan restoran itu yang tak mengizinkan warga Afrika makan di tempat itu setelah pukul 17.00.

Kekesalan warga itu kemudian ditumpahkan lewat berbagai tagar di Twitter seperti #RacistRestaurant, #NoBlacksHere atau #TheChineseInvasion yang sempat menjadi trending topics.

Pemilik restoran beralasan kebijakan bernuansa rasialis itu diambil usai sebuah perampokan yang terjadi pada 2013 dan sudah meminta maaf atas masalah tersebut. Demikian dikabarkan harian The Daily Nation.

"Kami tak mengizinkan warga Afrika yang tak kami kenal. Sebab, karena Anda tak mengetahui apakah mereka Al-Shabab atau bukan," kata juru bicara restoran, Esther Zhao.

Esther menambahkan, langkah yang diambil restorannya itu sesuai dengan arahan kedutaan besar China di Nairobi yang menyarankan para pebisnis China agar mewaspadai ancaman serangan.

Meski pemilik restoran telah meminta maaf, The Daily Nation melanjutkan, restoran yang menyajikan makanan khas daerah Chongqing dan berlokasi di pusat perekonomian Nairobi, distrik Kilimani itu tetap ditutup karena tak memiliki izin.

"Kami menemukan bahwa restoran itu tidak memiliki izin dan saya sudah memerintahkan untuk menutup restoran hingga manajemen memenuhi persyaratan yang berlaku," kata Gubernur Nairobi, Evans Kidero.

"Pemilik restoran yang memiliki izin untuk mengubah penggunaan bangunan permukiman menjadi komersial yang harus dimiliki untuk menjalankan bisnis di Nairobi," tambah Kidero.

Kidero menambahkan, restoran itu juga tak memiliki izin penjualan minuman keras dan tak memenuhi syarat kesehatan yang ditetapkan dalam penyajian makanan.

Para pejabat pemerintah kota Nairobi mengatakan insiden penutupan restoran ini tak akan mempengaruhi persahabatan dan hubungan diplomatik antara Kenya dan China, yang merupakan investor terbesar di negeri Afrika Timur itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.