Kompas.com - 25/03/2015, 09:49 WIB
Mayat-mayat lebih dari 25 pria yang dilaporkan dibunuh oleh ISIS diekskavasi di pinggiran kota Saadia di provinsi Diyala, Irak (15/2). ReutersMayat-mayat lebih dari 25 pria yang dilaporkan dibunuh oleh ISIS diekskavasi di pinggiran kota Saadia di provinsi Diyala, Irak (15/2).
EditorEgidius Patnistik

Ketiga orang yang dipenggal pada Selasa digambarkan para saksi mata berusia akhir 20-an tahun. Setelah rumor beredar bahwa paman mereka telah bertemu pemimpin Kurdi, Massoud Barzani, militan ISIS kemudian mendatangi rumah paman para pemuda itu dan membawa mereka ke jalan umum di mana mereka dibunuh.

Serangan semacam itu menyebabkan sejumlah warga Mosul mengekspresikan agar pemerintah Irak segera bertindak untuk merebut kembali kota itu. Namun kemajuan serangan pro-pemerintah dalam melawan ISIS lambat. Pasukan utama terjebak di sekitar kota Tikrit, di sebelah selatan Mosul, selama empat minggu. Pemerintah mengumumkan pekan lalu bahwa mereka sudah hampir merebut kembali Tikrit. Namun baru-baru ini pemerintah mengatakan, pihaknya sedang mengkonsolidasikan pasukan di sekitar kota itu demi meminimalkan korban, sementara kaum militan bertahan di tengah kota.

Sekitar 30.000 tentara Irak dan milisi yang didominasi kaum syiah terlibat dalam pertempuran melawan militan ISIS di Tikrit, yang diyakini tinggal berjumlah ratusan orang.

Pada 12 Maret, sejumlah pejabat Irak mengumumkan bahwa mereka dalam beberapa hari akan benar-benar merebut Tikrit dan mereka melakukan itu tanpa bantuan koalisi yang dipimpin Amerika. Namun ketika itu tidak terjadi, beberapa orang mengatakan tidak adanya serangan udara koalisilah yang harus disalahkan. Letjen Abdul-Wahab al-Saadi, komandan militer Irak di Provinsi Salahuddin, mengatakan, ia telah meminta serangan udara koalisi tetapi mereka tidak kunjung datang. Sebelumnya, beberapa pejabat Amerika mengatakan bahwa para pejabat Irak tidak meminta bantuan tersebut.

Hari Minggu, Hadi al-Ameri, kepala pasukan mobilisasi rakyat Irak, yang dikenal sebagai milisi yang didominasi kaum syiah, bereaksi dengan meremehkan kekhawatiran tersebut. "Beberapa orang lemah di ketentaraan mengatakan bahwa kami perlu orang Amerika, tetapi kami katakan kami tidak butuh orang Amerika," katanya.

Dalam sambutannya hari Selasa, Jenderal Saadi mengatakan ia ingin melihat serangan udara Irak, tetapi tidak menyebutkan koalisi. "Kami sedang melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi pasukan kami, dan suku-suku akan mempertahankan wilayah setelah kami membebaskan wilayah itu," katanya di televisi Irak saat menjelaskan keterlambatan dalam merebut kembali Tikrit.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.