Mantan Anggota ISIS Beberkan Alasan Tinggalkan Kelompok Itu

Kompas.com - 18/03/2015, 11:25 WIB
Dalam foto yang diunggah sayap media ISIS ke internet ini terlihat kerumunan warga Aleppo tengah menyaksikan film-film eksekusi sejumlah sandera termasuk pilot Jordania Muath al-Kassasbeh. Daily MailDalam foto yang diunggah sayap media ISIS ke internet ini terlihat kerumunan warga Aleppo tengah menyaksikan film-film eksekusi sejumlah sandera termasuk pilot Jordania Muath al-Kassasbeh.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com — Seorang mantan anggota ISIS di Suriah dan Irak mengungkapkan bahwa ia meninggalkan kelompok teroris brutal itu setelah diperintahkan untuk mengeksekusi teman-temannya sendiri dan mengambil bagian dalam pemerkosaan terhadap sejumlah budak seks warga Yazidi.

Mantan militan berusia 33 tahun itu, yang berasal dari Fallujah, kota yang dikendalikan ISIS, membeberkan kekecewaannya terhadap kelompok itu setelah melihat komandannya berubah menjadi haus darah dan gila seks.

Ia mengatakan, sejumlah militan senior telah mengambil keuntungan dari ribuan siswi asing yang masih belia yang datang bergabung dengan kelompok itu. Kaum militan senior tersebut memanfaatkan celah hukum yang memungkinkan mereka menandatangani kontrak pernikahan seminggu sebelum menceraikan gadis-gadis itu dan menyerahkan mereka kepada militan lain.

Namun, bagi Hamza, yang belum lama ini berhasil kabur dari para komandannya di Irak, kekecewaan terakhir adalah keterkejutanya akan kehausan tak terpuaskan kelompok teror itu untuk melakukan eksekusi brutal dan kemuakannya pada perlakuan kaum militan itu terhadap perempuan muda Yazidi yang dibeli, dijual, dan diperkosa secara kejam sebagai budak seks.

Ketika membicarakan waktunya bersama ISIS, Hamza mengatakan kepada wartawan The Independent, Patrick Cockburn, bahwa ia dibayar sebesar 400.000 dinar Irak (atau setara Rp 4,5 juta) sebulan, tetapi juga diberi makanan, bahan bakar, dan akses internet gratis.

Menurut Hamza, para petempur ISIS dicuci otak dengan menghabiskan waktu luang dengan menghadiri ceramah agama dan membaca kita suci dan propaganda ISIS. Kelompok itu juga menawarkan hadiah uang tunai bagi orang dengan pengetahuan tertinggi dalam sejumlah kompetisi reguler.

Ia menyatakan bahwa setelah kota kelahirannya diserbu kaum militan, dirinya tidak punya pilihan selain bergabung dengan ISIS. Kelompok itu dengan cepat mengirimnya ke sebuah kamp pelatihan di Raqqa, yang secara de facto menjadi ibu kota ISIS di Suriah, sebelum memaksa dia untuk mengambil kursus kilat guna menjadi algojo ISIS.

Setelah dipaksa untuk menonton video yang tak terhitung jumlahnya tentang pemenggalan brutal, Hamza diperintahkan untuk melakukan eksekusi terhadap sejumlah pria Sunni lokal yang dituduh bekerja sama dengan pemerintah. Ia mengenal sejumlah pria itu sebagai bekas teman-temannya. Hamza menolak untuk melakukan kekejaman tersebut. Atasannya secara mengejutkan membolehkan dia tidak melakukan pemenggalan itu. Namun, Hamza diperingatkan bahwa ia tidak akan dibebaskan dari pekerjaan serupa di masa depan.

Tak lama setelah menghindar dari tugas memenggal bekas teman-temannya, Hamza menyadari bahwa masa depannya sebagai algojo ISIS bukanlah sesuatu yang ia inginkan. Perasaan tersebut diperparah ketika 13 gadis Yazidi yang diculik pada Desember lalu dibawa ke properti di mana ia tinggal dan dirinya diajak untuk memerkosa mereka. "Komandan mencoba untuk menggoda kami dengan mengatakan bahwa ini halal untuk kalian, kami diperbolehkan untuk memuaskan diri kami sendiri tanpa menikahi mereka karena mereka kafir," katanya.

"Adegan tersebut membuat saya takut. Jika saya tetap tinggal di mana saya berada, saya membayangkan diri saya terperangkap dalam penembakan, eksekusi, pemenggalan, dan pemerkosaan tersebut," tambahnya.

Tak lama setelah itu, Hamza merencanakan untuk melarikan diri dari ISIS, walau seorang teman tertangkap dan dieksekusi secara brutal karena melakukan hal yang sama.

Dengan menggunakan layanan pesan instan Viber, Hamza menghubungi teman-teman di luar wilayah ISIS sebelum diberikan izin untuk menelepon keluarganya melalui ponsel sebagai hadiah atas loyalitas dan keberaniannya. Dia kemudian menggunakan telepon itu untuk mengatur pelariannya.

Hamza menyatakan bahwa ia kini sepenuhnya kecewa dengan ISIS. Ia mengatakan, "Awalnya saya pikir mereka berjuang untuk Allah, tetapi kemudian saya menemukan bahwa mereka jauh dari prinsip-prinsip Islam. Saya tahu bahwa sejumlah pejuang menggunakan obat halusinasi, yang lain terobsesi dengan seks."

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Daily Mail
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X