Warga Negara Indonesia "Mudah" Gabung dengan ISIS

Kompas.com - 17/03/2015, 04:44 WIB
Kelompok ISIS merilis foto aksi mereka membakar alat musik drum di gurun pasir dekat kota Derna, Libya. Daily MailKelompok ISIS merilis foto aksi mereka membakar alat musik drum di gurun pasir dekat kota Derna, Libya.
EditorHindra Liauw

KOMPAS.com — Cukup mudah bagi warga negara Indonesia untuk bergabung dengan kelompok yang menamakan diri mereka Negara Islam atau ISIS di Indonesia. Demikian penjelasan pengamat terorisme, Al Chaidar.

"ISIS sudah disetujui dan didukung oleh tokoh-tokoh ulama besar yang saat ini sangat dihormati, seperti Ustaz Abu Bakar Baasyir, Aman Abdurrahman, dan juga pejuang-pejuang yang dianggap radikal, seperti Santoso," ujar Al Chaidar, Senin (16/3/2015).

Al Chaidar menambahkan, banyaknya iklan atau informasi yang diberikan oleh ISIS yang menjanjikan pengikut ISIS dengan gaji yang tinggi atau kesempatan untuk berjihad juga memicu maraknya warga negara Indonesia yang tergiur untuk bergabung dengan ISIS.

Maraknya situs-situs di Indonesia yang berhubungan dengan ISIS dibenarkan oleh juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Irfan Idris. BNPT telah berupaya untuk memblokir situs-situs tersebut, tetapi hingga kini usaha tersebut belum membuahkan hasil.

''Masalahnya, kalau provider-nya bukan di Indonesia, kan tidak semudah yang kita bayangkan untuk menutup. Karena prinsip mereka (ISIS) ya, patah satu tumbuh seribu. Yang perlu kita galakkan bagaimana masyarakat ikut memerangi itu melalui dunia maya lewat media," kata Irfan.

Selain itu, Al Chaidar menjelaskan, jika Pemerintah Indonesia benar-benar berniat untuk menolak ISIS bergabung dengan Indonesia, pemerintah dapat menggunakan kelompok-kelompok lain di Indonesia untuk berusaha menyebarkan paham anti-ISIS.

Pemerintah Indonesia sejak Agustus 2014 menolak ideologi dan pengembangan ISIS di Indonesia.

Meski demikian, sekitar 500 warga negara Indonesia diduga telah bergabung dalam kelompok yang menamakan diri mereka Negara Islam atau ISIS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X