Kompas.com - 16/03/2015, 17:47 WIB
Inilah dua wajah tersangka pemerkosa biarawati uzur di Kalkuta, India yang terekam kamera CCTV. West Bengal Police/AFPInilah dua wajah tersangka pemerkosa biarawati uzur di Kalkuta, India yang terekam kamera CCTV.
EditorErvan Hardoko
KALKUTA, KOMPAS.com — Ribuan orang mengikuti unjuk rasa di kota Kalkuta, India, Senin (16/3/2015), memprotes tentang pemerkosaan seorang biarawati berusia 71 tahun. Demikian disampaikan Uskup Agung Kalkuta Thomas D'Souza.

"Kami berharap 4.000-an orang akan mengikuti aksi ini. Kami sudah meminta semua paroki di kota ini untuk ikut serta dalam unjuk rasa," kata D'Souza.

"Kami juga berharap warga biasa ikut berpartisipasi dan menunjukkan solidaritas untuk korban (pemerkosaan)," tambah D'Souza.

Uskup Agung Kalkuta menekankan bahwa unjuk rasa itu bukan ditujukan untuk mengecam partai politik tertentu terkait kasus pemerkosaan itu.

Para pastor dan pemimpin umat Kristen India menuding kelompok-kelompok agama garis keras, yang semakin kuat setelah PM Narendra Modi yang berhaluan Hindu nasionalis berkuasa, berada di balik kasus pemerkosaan tersebut.

Sang biarawati, yang identitasnya tak diungkap demi alasan hukum, diserang setelah para perampok menyatroni sebuah sekolah biarawati di Ranaghat, 70 kilometer dari Kalkuta.
Selain memerkosa sang biarawati uzur itu, para perampok juga menggondol uang tunai dan sejumlah barang milik sekolah tersebut.

Biarawati malang itu, yang harus menjalani pembedahan akibat luka-luka yang dideritanya, kini dalam kondisi stabil dan berangsur pulih kesehatannya meski masih dalam perawatan di sebuah rumah sakit di Ranaghat.

Sejauh ini, polisi sudah memeriksa delapan orang terkait kasus itu, tetapi belum menahan satu tersangka pun meski wajah mereka terlihat jelas dalam rekaman CCTV.

Kasus pemerkosaan ini tak hanya menambah panjang deretan kasus serupa di India, tetapi juga menumbuhkan kekhawatiran di kalangan warga minoritas Kristen setelah serangkaian vandalisme dan pembakaran menimpa berbagai fasilitas ibadah di Delhi sejak akhir tahun lalu.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X