Kompas.com - 16/03/2015, 17:24 WIB
Putri tertua Anwar Ibrahim, Nurul Izzah. MOHD RASFAN / AFPPutri tertua Anwar Ibrahim, Nurul Izzah.
EditorErvan Hardoko
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Putri tertua Anwar Ibrahim, tokoh oposisi Malaysia, ditahan karena dianggap melakukan penghasutan setelah dalam pidatonya di parlemen mengkritik hukuman penjara yang dijatuhkan untuk ayahnya.

Nurul Izzah (34), merupakan anggota parlemen dan sosok populer di Malaysia, memastikan penahanan dirinya kepada AFP lewat telepon, Senin (16/3/2015).

Nurul menjadi tokoh terakhir yang ditahan Pemerintah Malaysia dengan tuduhan penghasutan. Selama setahun terakhir puluhan orang ditahan dan dipenjarakan, termasuk beberapa tokoh oposisi, dengan tuduhan melakukan penghasutan.

"Saya sangat marah dan kita semua seharusnya (marah) karena sebagai anggota parlemen kita seharusnya bebas mengkritik pemerintah," ujar Nurul, yang belum lama ini memimpin aksi unjuk rasa menentang hukuman untuk Anwar Ibrahim.

Pada 10 Februari lalu, pengadilan memutuskan Anwar Ibrahim bersalah dalam kasus sodomi yang juga melibatkan mantan ajudannya pada 2008. Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara lima tahun untuk tokoh oposisi itu.

Anwar, yang tak menerima tuduhan tersebut, menyebut hukuman yang dijatuhkan kepadanya adalah sebuah konspirasi politik oleh kelompok koalisi yang berkuasa sejak 1957. Konspirasi itu, menurut Anwar, dirancang untuk menghancurkan perolehan suara oposisi yang semakin signifikan.

Pemerintah Malaysia sebelumnya telah memperingatkan bahwa mengkritik proses hukum yang menjerat Anwar Ibrahim bisa dianggap melakukan penghasutan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelompok oposisi menilai kasus sodomi adalah proses panjang yang dilakukan untuk menyingkirkan Anwar, yang ditendang dari partai berkuasa pada akhir 1990-an.

PM Najib Razak pada 2012 pernah menjanjikan akan menghapuskan undang-undang anti-penghasutan warisan penjajah Inggris.

Namun, setelah koalisi berkuasa kehilangan banyak suara pada pemilu 2013, para pengkritik pemerintah kembali menjadi sasaran hukum. Pada November 2013, Najib justru mempertahankan, bahkan memperkuat undang-undang anti-penghasutan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.