Kompas.com - 15/03/2015, 02:11 WIB
Dalam foto yang dirilis UNICEF memperlihatkan dampak kerusakan di Port Vila, ibu kota Vanuatu, Sabtu (14/3/2015) setelah Badai Pam menerjang negara kepualauan di Pasifik Selatan itu. AP Photo/UNICEF PacificDalam foto yang dirilis UNICEF memperlihatkan dampak kerusakan di Port Vila, ibu kota Vanuatu, Sabtu (14/3/2015) setelah Badai Pam menerjang negara kepualauan di Pasifik Selatan itu.
EditorTri Wahono


SYDNEY, KOMPAS.com
- Badai Pam meluluhlantakkan Vanuatu, sebuah negara kepulauan di Samudera Pasifik.

Kerusakan dilaporkan terjadi di mana-mana setelah badai dengan kategori 5 atau maksimum menerjang hampir seluruh wilayah negara tersebut Jumat (13/3/2015) tengah malam waktu setempat.

Badai Pam yang menerjang dengan kecepatan 340 kilometer perjam itu membuat Vanuatu terisolasi, memutuskan komunikasi, dan menebar ancaman haus dan kelaparan.

"Rasanya seperti akhir dari dunia, mirip ledakan bom di tengah kota. Kehancuran di mana-mana dan tidak ada air," kata juru bicara organisasi PBB untuk anak-anak dan pemuda (UNICEF) Alice Clements dilansir Reuters.

Badan bantuan PBB untuk anak-anak itu menyatakan badai seperti ini adalah yang pertama terjadi di Vanuatu dan merupakan salah satu bencana badai terburuk di kawasan Pasifik.

Mereka juga mengatakan bahwa badai di Vanuatu hanya bisa dibandingkan dengan Topan Haiyan yang menghantam Filipina pada 2013 dan menewaskan lebih dari 6.000 orang.

Organisasi kemanusiaan World Vision, jalanan dipenuhi peohonan yang tumbang dan lahan pertanian hancur.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pepohonan tumbang bergeletakan di jalanan. Kejadian itu memerlukan pemulihan lama dan berkelanjutan sebab lahan pertanian, yang menjadi sumber utama makanan dan pencaharian penduduk, hancur karena badai ini," kata juru bicara World Vision Chloe Morrison.

Jumlah korban sampai saat ini belum dapat dipastikan. Namun, sedikit-dikitnya diperkirakan delapan orang tewas berdasarkan catatan sejumlah lembaga kemanusiaan.

Direktur kelompok bantuan "Save The Children", Tom Skirrow, mengatakan bahwa Kantor Penanganan Bencana Nasional Vanuatu mengatakan jumlah yang tewas diperkirakan terus bertambah.

Halaman:


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X