Petugas Imigrasi AS Gerebek 20 'Hotel Bersalin' di California

Kompas.com - 04/03/2015, 08:22 WIB
Agen federal AS memasuki sebuah kompleks apartemen yang diduga oleh aparat digunakan sebagai tempat bersalin oleh perempuan hamil yang berkunjung dari luar negeri di Irvine, California (3/3/2015). APAgen federal AS memasuki sebuah kompleks apartemen yang diduga oleh aparat digunakan sebagai tempat bersalin oleh perempuan hamil yang berkunjung dari luar negeri di Irvine, California (3/3/2015).
EditorEgidius Patnistik
LOS ANGELES, KOMPAS.com - Agen federal menyerbu sekitar 20 lokasi di California bagian selatan, Selasa (3/3/2015) waktu setempat, yang dicurigai sebagai bagian dari skema "turisme bersalin" yang menawarkan jasa travel dan penginapan bagi perempuan-perempuan hamil dari luar negeri yang ingin melahirkan bayi mereka di Amerika Serikat. Demikian keterangan petugas imigrasi AS.

Penegak hukum mengatakan "hotel-hotel bersalin" ini menarget perempuan-perempuan dari China yang membayar 15.000 hingga 50.000 dollar AS (atau Rp 194,5 juta sampai Rp 648,5 juta), tergantung pada layanan yang disediakan, dengan harapan anak-anak mereka bisa mendapatkan kewarganegaraan AS.

Lokasi penyergapan termasuk di antaranya berada di Los Angeles, Orange County dan San Bernardino County yang dicurigai menampung klien dari luar negeri, menurut sebuah pernyataan oleh petugas imigrasi dan Badan Penegakan Bea Cukai (ICE).

Tidak ada yang ditahan atas tuduhan kriminal pada penggerebekan Selasa, yang dilakukan oleh agen federal bersama dengan penegak hukum lokal.

Konstitusi Amerika Serikat memberikan kewarganegaraan bagi siapa pun yang dilahirkan di wilayah AS, tanpa memandang siapa orang tua mereka, dan pakar imigrasi mengatakan tidaklah ilegal bagi perempuan yang datang dari luar negeri untuk melahirkan anak mereka di Amerika Serikat.

Namun menurut para pejabat imigrasi, penyelidik mencari bukti yang terkait dengan pelanggaran kriminal terkait visa dan penipuan pajak, pencucian uang dan konspirasi.

Menurut ICE, para perempuan yang berada di lokasi saat penggerebekan akan diwawancara oleh aparat, dan mereka yang diidentifikasi sebagai saksi material akan diperintahkan untuk melapor untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan lanjutan.

Bisnis "turisme bersalin" bertumbuh selama beberapa tahun terakhir, mengandalkan promosi lewat website, surat kabar dan media sosial.

Penyelidikan-penyelidikan sebelumnya mengungkap para klien membayar layanan tersebut sebelum melahirkan.

Sebagai bagian dari paket layanan, kata ICE, para klien dijanjikan akan menerima nomor Jaminan Sosial dan paspor AS untuk bayi mereka -dokumentasi yang akan dibawa oleh para ibu saat kembali ke negara mereka.

Begitu anak-anak ini mencapai usia dewasa, sebagai warga negara Amerika, mereka akan melamar visa bagi anggota keluarga mereka di luar Amerika.

Menurut ICE, paket-paket yang lebih mahal juga menawarkan "aktivitas rekreasi, seperti kunjungan ke Disneyland, pusat-pusat perbelanjaam dan bahkan kunjungan ke lapangan tembak."

'Hotel-hotel bersalin' ini mengundang perhatian publik di California. Banyak komunitas di Los Angeles dan sekitarnya melaporkan munculnya fasilitas-fasilitas seperti ini di daerah tempat tinggal mereka, mengakibatkan kekhawatiran mengenai sanitasi dan isu-isu lainnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X