Kompas.com - 03/03/2015, 10:52 WIB
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com  Di pengujung Perang Vietnam tahun 1975, evakuasi anak-anak Vietnam yang dikenal dengan sebutan "Babylift Operation" membawa 3.000 bayi dan balita ke pesawat untuk diterbangkan keluar dari Saigon (sekarang kota Ho Chi Minh).

Mereka diambil dari panti asuhan dan rumah sakit, lalu dievakuasi ke negara-negara di seluruh dunia, termasuk Amerika dan Kanada. Hampir 300 di antaranya mendarat di Australia, tempat di mana mereka kemudian diadopsi.

Bulan depan, beberapa dari mereka yang adopsi akan kembali ke Vietnam untuk menandai ulang tahun ke-40 evakuasi tersebut.

Banyak dari mereka mengalami pencarian panjang untuk menemukan orangtua kandung dan beberapa bahkan melakukan tes DNA untuk membantu pencarian itu.

Chantal Doecke termasuk salah satu anak yang berada di pesawat yang lepas landas pada 5 April 1975 itu.

"Saya dimasukkan ke dalam kotak sepatu, seperti kebanyakan bayi lainnya. Jelas itu adalah pilihan yang mudah dan pilihan yang aman," ceritanya.

Diadopsi oleh pasangan Australia, ia mengaku tak pernah berpikir banyak mengenai asal-usulnya sampai ia melahirkan anak pertama.

"Dan, saya berdiri di depan cermin dan memeluknya serta melihatnya, dan saya melihat diri saya dan berpikir wow, dia tampak seperti saya. Tapi kemudian saya bergumam, saya tak tahu mirip siapa. Sehingga hal itu mulai mengganggu saya," ujar Chantal.

Selama bertahun-tahun, Chantal gagal untuk menemukan orangtua kandungnya.

Bulan depan ia berencana untuk menghadiri makan malam reuni bagi anak-anak yang diadopsi di kota Ho Chi Minh.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.