Kompas.com - 02/03/2015, 18:23 WIB
EditorErvan Hardoko
BAGHDAD, KOMPAS.com — Seorang warga Inggris yang pergi ke Irak untuk memerangi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim kelompok militan itu membunuh seorang sandera, memutilasi sandera itu, memasaknya, dan menyuguhkannya kepada sang ibu yang ingin menengoknya.

Yassir Abdullah (36), seorang penjaga keamanan asal Keighley, Yorshire Barat, berada di Irak lalu bergabung dengan pasukan Peshmerga untuk memerangi ISIS setelah mendengar kelompok itu menduduki desanya di Kurdistan yang ditinggalkannya pada tahun 2000.

Yassir yang kembali ke Inggris pekan lalu menceritakan kisah mengerikan itu kepada harian The Sun. Kepada harian itu, Yassir mengatakan, seorang perempuan tua Kurdi pergi ke kota Mosul untuk bertemu dengan ISIS yang telah menculik putranya.

Perempuan itu, lanjut Yasser, pergi ke Mosul untuk mencoba membebaskan putranya yang disandera ISIS. "Perempuan tua itu bertekad untuk menemukan putranya dan nekat pergi ke basis ISIS dan meminta mereka mempertemukan dia dengan sang putra," kata Yassir.

"Sejumlah anggota ISIS kemudian memintanya duduk dan beristirahat karena telah menempuh perjalanan jauh. Mereka mengatakan akan menyuguhkan makanan sebelum membawa perempuan itu bertemu putranya," tambah Yassir.

Yassir melanjutkan, para anggota ISIS itu membawakan dia secangkir teh dan memberinya makanan berupa nasi, sup, dan daging. Saat itu, perempuan tersebut mengatakan bahwa para anggota ISIS itu sangat baik.

"Namun, setelah perempuan itu selesai makan dan meminta dipertemukan dengan putranya, mereka tertawa. Mereka mengatakan, 'Kau baru saja memakan dia,'" lanjut Yassir.

Sayangnya, Yassir tak menjelaskan reaksi perempuan itu setelah mendengar dia menyantap daging anaknya sendiri.

Namun, Yassir melanjutkan, selama berada di garis depan, dia menyaksikan sendiri bagaimana ISIS meneror warga lokal dengan mengancam akan menculik lalu membakar atau mengubur mereka hidup-hidup.

Meski saat ini sudah berada kembali di Yorkshire, Inggris, Yassir justru ingin kembali ke Irak dan menyelesaikan pekerjaannya memerangi dan mengalahkan ISIS.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Daily Mail


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.