Tendang Lonceng Doa di Kuil Buddha, Turis China Dikejar Polisi Thailand

Kompas.com - 24/02/2015, 20:07 WIB
Bangkok Post/Daily Mail Seorang pria yang diduga kuat adalah turis asal China terekam kamera video menendang sebuah lonceng doa di sebuah kuil Buddha yang dikeramatkan di dekat kota Chiang Mai, Thailand.
BANGKOK, KOMPAS.com - Polisi Thailand kini tengah mencari keberadaan seseorang yang diduga adalah wisatawan China yang terekam menendang sebuah lonceng doa di kuil Wat Phra That Doi Suthep yang dikeramatkan tak jauh dari kota Chiang Mai.

Dalam rekaman video itu terlihat seorang pria membunyikan lonceng menggunkan tangannya saat dia berpose untuk difoto. Namun, sejurus kemudian dia menendang sebuah bel yang tergantung tak jauh dari lantai.

Insiden di kuil yang dibangun pada abad ke-14 itu memicu kemarahan warga Thailand dan memperburuk hubungan warga setempat dengan wisatawan China.

Mayor Jenderal Bundit Tungkhaseranee,  komandan kepolisian setempat, kepada harian The Bangkok Post mengatakan imigrasi dan kepolisian tengah mencari saksi mata dan meneliti CCTV untuk mengidentifikasi pria tersebut.

Sejauh ini polisi sudah menanyai pemandu wisata para turis China dan sejumlah agen perjalanan. Polisi juga memeriksa para wisatawan China yang akan meninggalkan Thailand.

Jenderal Tungkhaseranee mengatakan pemerintah bertekad untuk menangkap pria itu, memamerkannya ke hadapan publik dan memberinya pelajaran sopan santun serta kebudayaan Thailand.

"Jika dia menolak untuk memahami kebudayaan kami maka dia akan kami larang memasuki Thailand untuk selamanya," ujar Tungkhaseranee.

Sementara itu, Chuan Patwan, pengelola kuil Wat Phra That Doi Suthep, mendesak para pengelola wisata untuk memberikan informasi soal tata tertib saat mengunjungi sebuah kuil Buddha.

"Membutuhkan waktu untuk mengetahui apakah turis itu adalah benar-benar turis asal China. Namun jika melihat dari gayanya, dia menendang lonceng dengan gaya kung fu," ujar Patwan.

Insiden itu terjadi sepekan setelah badan pariwisata Thailand mengumumkan akan membagikan buku tata tertib dan sopan santun kepada para wisatawan China yang mengunjungi negeri itu dalam liburan Tahun Baru China.

Dalam buku manual itu tercantum apa yang harus dilakukan para wisatawan asing dan sikap yang harus dijaga selama mengunjungi Thailand.

Pemerintah Thailand menerbitkan buku tersebut setelah menerima banyak keluhan dari warga terkait berbagai perilaku tak pantas sebagian wisatawan China.

Saat ini, pemerintah Thailand untuk sementara melarang para turis China memasuki Wat Rong Khun, kuil Buddha di Chiang Rai, menyusul keluhan para turis China itu merusak toilet di tempat tersebut.



EditorErvan Hardoko
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X