Kompas.com - 16/02/2015, 16:13 WIB
EditorErvan Hardoko
KOPENHAGEN, KOMPAS.com - Kepolisian Denmark, Senin (16/2/2015), mengatakan telah menangkap dua orang pria yang diduga membantu pelaku penembakan kafe yang menewaskan dua orang dalam sebuah serangan ganda di Kopenhagen, akhir pekan lalu.

"Dua orang yang diduga membantu pelaku penembakan kafe Krudttoenden dan sebuah sinagoga di Krystalgade," demikian pernyataan kepolisian Denmark.

Pada Minggu (15/2/2015) dini hari, kepolisian Denmark menembak mati pria tersangka pelaku penembakan kafe Krudttoenden di Kopenhagen. Pelaku diduga telah terinspirasi oleh pembantaian di kantor majalah Charlie Hebdo di Paris, Perancis.

Omar Abdel Hamid El-Hussein ditembak mati di sebuah stasiun kereta api di Kopenhagen setelah dia menembaki sejumlah polisi bersenjata.

Pria berusia 22 tahun itu yang pernah dipenjara karena membunuh sutradara film Finn Norgaard (55) tanpa pandang bulu menembakkan senapan otomatis ke kafe Krudttoenden di saat debat tentang kebebasan berbicara digelar pada Sabtu sore.

Sasaran pemuda itu diduga adalah kartunis Swedia yang kontroversial, Lars Vilks, yang sebelumnya menggambarkan sosok Nabi Muhammad. Vilks selamat dan tanpa cedera dalam peristiwa itu.

Sekitar 10 jam kemudian, El Hussein menembak Dan Uzan tepat di kepala di sebuah sinagoge saat penyelenggaraan perayaan bat mitzvah (inisiasi kedewasaan bagi perempuan Yahudi saat mereka berusia 12 tahun satu hari) untuk 80 orang. Uzan (37 tahun), seorang ekonom di departemen keuangan Denmark, bertindak sebagai relawan penjaga keamanan untuk acara tersebut.

Dua orang polisi, yang berada di sinagoge tersebut untuk memberikan keamanan ekstra menyusul penembakan kafe, ditembak di lengan dan kaki.

El-Hussein sudah berada "dalam radar" badan intelijen di Denmark dan punya catatan kriminal panjang. Hingga Minggu malam, masih belum jelas bagaimana El-Hussein menjadi radikal.

Jens Madsen, Kepala Badan Intelijen Denmark, PET, mengatakan, si pembunuh mungkin "terinspirasi propaganda kaum militan Islam yang diterbitkan Negara Islam atau ISIS dan organisasi teror lainnya". Dia menambahkan, PET tengah bekerja berdasarkan teori bahwa pelaku bisa saja terinspirasi peristiwa di Paris.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.