Kompas.com - 16/02/2015, 14:55 WIB
EditorEgidius Patnistik
KAIRO, KOMPAS.com - Sejumlah pesawat tempur Mesir menyerang posisi Negara Islam atau ISIS di Libya, Senin (16/2/2015) pagi. Serangan itu sebagai tanggapan atas pemenggalan 21 warga Kristen Koptik, Mesir oleh ISIS.

Seorang juru bicara Angkatan Bersenjata Mesir mengumumkan serangan itu di radio pemerintah. Pengumuman tersebut menandai untuk pertama kalinya Kairo secara terbuka mengakui telah mengambil tindakan militer di negara tetangga Libya, yang telah dilanda kekerasan oleh para milisi selama berbulan-bulan.

Pernyataan tersebut mengatakan, sejumlah pesawat tempur menyasar persembunyian senjata dan kamp-kamp pelatihan "untuk membalas pertumpahan darah dan untuk mencari para pembunuh. Agar mereka yang jauh dan dekat tahu bahwa Mesir punya perisai yang melindungi mereka," kata pernyataan itu.

Militan ISIS, Minggu kemarin, merilis sebuah video pemenggalan terhadap penganut Kristen Koptik di Mesir yang mereka tangkap sebelumnya. Para korban terlihat menggunakan baju berwarna oranye dengan tangan yang terborgol.

Para militan ISIS terlihat dalam video tersebut menggunakan penutup kepala dan pakaian serba hitam. Disebutkan, lokasi pemenggalan berada di wilayah pantai Libya.

Sebelumnya diinformasikan, ada 21 penganut Kristen Koptik yang diculik ISIS. Video pemenggalan tersebut diberi judul "Pesan kepada negara salib", lalu mereka juga memasukan tulisan "Orang-orang dari neagra salib, pengikut dari Gereja Mesir".

Video tersebut muncul beberapa hari setelah ISIS merilis video pembunuhan yang disertai pembakaran hidup-hidup pilot pesawat tempur F-16 Yordania, Maaz al-Kassasbeh. Video itu kemudian menuai reaksi dari masyarakat internasional.

Sebelumnya diberitakan, pada Januari telah terjadi penculikan 21 orang Kristen di Mesir. Juru bicara kementerian luar negeri Mesir, Badr Abdelatty, kepada AFP mengakui ada 20 orang yang diculik di dua wilayah berbeda di Mesir.

Meski begitu, Badr Abdelatty belum dapat memastikan agama yang dianut oleh para korban penculikan, sembari mengatakan ada 13 orang warga Mesir yang masih ditahan oleh para penculiknya di Libya.

Pemimpin Mesir telah berjanji untuk menghukum "para pembunuh" yang bertanggung jawab atas pemenggalan itu. Presiden Abdel Fattah al-Sisi dalam pidato yang disiarkan televisi tampak marah dan mengatakan, Mesir "berhak untuk merespons dalam cara dan waktu yang tepat". Dia juga menyatakan tujuh hari berkabung setelah video itu didistribusikan kaum militan di media sosial.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Daily Mail
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.