Kompas.com - 14/02/2015, 09:07 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

CHAPEL HILL, KOMPAS.com
 — Namee Barakat, ayah salah satu dari tiga korban penembakan di Chapel Hill, North Carolina, Amerika Serikat, menyatakan bahwa pembunuhan yang menimpa anak dan menantunya didasari oleh kebencian, dan bukan karena masalah lahan parkir semata.

"Kami yakin, pembunuhan itu karena adanya kebencian," ujar Barakat sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (14/2/2015). Saat ini, investigasi atas kasus pembunuhan itu dilakukan oleh petugas setempat dan penegak hukum federal, FBI.

Dalam kasus ini, tiga orang meninggal, yakni Deah Shaddy Barakat (23), mahasiswa jurusan Kedokteran Gigi University of North Carolina; pasangannya yakni Yusor Mohammad (21); dan saudara perempuannya, Razan Abu-Salha (19). Para korban itu telah dimakamkan pada Kamis waktu setempat dan dihadiri tak kurang dari 5.000 orang.

"Saat ini kami masih shock dan tidak percaya dengan tragedi ini. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mencurahkan cinta dan dukungannya kepada kami," ujar Suzanne Barakat, saudara perempuan Deah Barakat.

Pada Jumat kemarin, Presiden Obama menyatakan bahwa FBI telah menelusuri kasus ini. "Tak ada seorang pun di AS yang bisa menjadi target pembunuhan, seperti apa pun penampilan mereka," ujar Obama.

Rebutan parkir

Pihak berwenang AS telah menangkap tersangka pembunuhan, yaitu Craig Stephen Hicks (46). Pada pernyataan awalnya, polisi menjelaskan bahwa pembunuhan tersebut dilatari oleh sengketa masalah parkir di rumah yang saling bertetangga itu.

"Saat ini kami memberikan perhatian mengenai berkembangnya wacana anti-Muslim, yang pada akhirnya membangkitkan kemarahan terhadap warga Muslim di Amerika Serikat," ujar Azhar Azeez, President of the Islamic Society of North America, yang juga hadir dalam prosesi pemakaman tersebut.

"Saat ini kami meminta para pejabat pemerintahan hingga Presiden untuk memberikan pernyataan yang tegas bahwa memusuhi warga Muslim sungguh tidak dibenarkan di negeri ini (Amerika Serikat)," ujar Osama Abuirshaid yang menjabat sebagai National Coordinator for American Muslims for Palestine.

Kepala polisi Chapel Hill, Christopher Blue, yang hadir pada pemakaman tersebut menegaskan kembali bahwa pihaknya akan terus menyelesaikan investigasi atas kasus tersebut. "Saya berkomitmen bahwa kami akan menginvestigasi dari semua perspektif, termasuk motivasi kebencian yang menyebabkan terjadinya pembunuhan," ujarnya.

FBI dalam penyelidikan awal menemukan belasan senjata api di rumah tersangka pembunuh tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Al Jazeera
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.