Kompas.com - 12/02/2015, 02:21 WIB
EditorHindra Liauw
KOMPAS.com - Sebuah pengadilan di Mesir membatalkan hukuman mati terhadap 36 anggota kelompok yang dilarang Ikhwanul Muslimin. Mereka sekarang akan diadili kembali, termasuk terhadap pemimpinnya, Mohammad Badie.

Badie ditahan pada bulan Agustus 2008 di dekat lokasi yang menjadi pusat aksi protes yang dibubarkan secara paksa oleh aparat keamanan. Dia kemudian dihukum mati dan sejumlah hukuman penjara seumur hidup dalam kasus-kasus lain.

Puluhan anggota kelompok ini dihukum karena penyerangan terhadap sebuah pos polisi di Minya. Peristiwa ini terjadi ketika pemerintahan Mesir yang didukung Ikhwanul Muslimin digulingkan pihak militer. Para pemimpin kelompok ini diajukan kepada sejumlah pengadilan.

Pada bulan Mei 2014, pengadilan di Mesir menjatuhkan hukuman penjara atas 155 pendukung Ikhwanul Muslimin dalam sidang massal terbaru atas organisasi terlarang itu.

Lebih dari 50 di antaranya mendapat hukuman seumur hidup dalam dakwaan kekerasan di kota Mansoura di kawasan Delta Nile pada Agustus 2013, sekitar sebulan setelah militer menggulingkan Presiden Mohamed Morsi.

Komisaris HAM PBB, Navi Pillay, mengecam keputusan itu dengan menyebutnya sebagai hal yang memalukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.