Kompas.com - 11/02/2015, 16:22 WIB
TransAsia GE235 @Missxoxo168TransAsia GE235
EditorEgidius Patnistik
TAIPEI, KOMPAS.com — TransAsia Airways Taiwan, Rabu (11/2/2015), mengumumkan bahwa maskapai penerbangan itu akan membayar hampir setengah juta dollar AS atau sekitar Rp 6 miliar dana kompensasi bagi keluarga masing-masing korban kecelakaan sebuah pesawat perusahaan itu pada awal bulan ini.

Tawaran sebesar 470.000 dollar AS (atau Rp 5,97 miliar) bagi setiap keluarga itu terjadi tujuh bulan setelah maskapai yang sama membuat pembayaran serupa kepada keluarga dari 48 penumpang yang tewas dalam sebuah kecelakaan lain pada Juli tahun lalu.

TransAsia Airways bernomor penerbangan GE235 jatuh pada Rabu pekan lalu tak lama setelah lepas landas dari Bandara Songshan di Taipei dengan 53 penumpang dan lima awak di dalamnya. Kecelakaan itu menewaskan sedikitnya 42 orang.

Video amatir yang dramatis yang diambil dengan kamera dashboard (dashcam) sebuah mobil menunjukkan pesawat naas itu menghantam jalan layang ketika berbelok tajam saat menghidar dari bangunan padat sebelum akhirnya jatuh di Sungai Keeling. Satu orang masih hilang setelah dua jenazah berhasil ditemukan di perairan beku sungai itu pada Rabu.

"Kami menawarkan 14.900.000 dollar Taiwan (sekitar Rp 5,97 miliar) sebagai kompensasi untuk setiap orang yang meninggal dalam kecelakaan itu. Kami berharap untuk mencapai penyelesaian dengan keluarga-keluarga (korban)," kata seorang juru bicara TransAsia kepada kantor berita AFP.

Kesepakatan kompensasi itu merupakan hasil diskusi tertutup yang diselenggarakan di Taipei pada Rabu dengan sejumlah wakil keluarga. "Kami bisa memahami sepenuhnya bahwa sulit bagi keluarga untuk segera menerima kepakatan itu. Kami masih berharap para perwakilan dapat membawa pulang proposal itu dan mempertimbangkannya," kata juru bicara itu.

Dia tidak akan mengatakan apakah proposal itu telah diterima oleh keluarga-keluarga korban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para penyidik masih berusaha untuk menentukan apa yang menyebabkan kecelakaan pada pekan lalu itu. Namun, sejumlah laporan awal dari kotak hitam yang telah ditemukan diketahui bahwa mesin kanan pesawat itu "terbakar" sekitar dua menit setelah lepas landas. Dewan Keselamatan Penerbangan Taiwan, Jumat lalu mengatakan, sinyal peringatan berbunyi di kokpit dan mesin kiri kemudian dimatikan secara manual oleh kru untuk alasan yang tidak diketahui. Para analis mengatakan, para pilot mungkin telah menyebabkan kecelakaan itu dengan mematikan mesin yang salah.

Setelah pembeberan temuan awal tentang kecelakaan itu, regulator penerbangan Taiwan, Civil Aeronautics Administration (CAA), menuntut agar semua 71 pilot ATR TransAsia menjalani tes lisan terkait operasi dasar dan prosedur darurat pesawat buatan Perancis itu. Pilot yang gagal akan dilarang terbang dan didaftarkan dalam pelatihan kualifikasi selama sebulan, sementara mereka yang lulus akan dikirim ke luar negeri untuk menjalani pelatihan simulator dan tes kualifikasi lebih lanjut. Hasil tesnya dijadwalkan akan dirilis pada Rabu ini.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.