Putri Mantan PM China Punya Rekening Rp 31,4 Miliar di Bank Swiss

Kompas.com - 11/02/2015, 08:54 WIB
Li Xiaolin, putri satu-satunya Li Peng, mantan PM China yang berkuasa antara 1987-1998 ReutersLi Xiaolin, putri satu-satunya Li Peng, mantan PM China yang berkuasa antara 1987-1998
EditorEgidius Patnistik
BEIJING, KOMPAS.com - The International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ), Selasa (10/2/2015), mendapati bahwa Li Xiaolin, putri mantan perdana menteri China Li Peng, yang dikenal karena dukungannya bagi penumpasan militer berdarah dalam gerakan demokrasi tahun 1989, diketahui memiliki simpanan bernilai 2,48 juta dolar AS atau setara Rp 31,4 miliar dalam sebuah rekening bank HSBC di Swiss.

Informasi yang terungkap dari beberapa bocoran dokumen yang dikenal sebagai “Swiss Leaks” ini, menambah daftar keluarga politisi senior China yang memiliki kekayaan sangat luar biasa dalam beberapa puluh tahun ini dan menyembunyikannya di beberapa rekening di luar negeri yang sulit dideteksi oleh pihak berwenang di China.

Li Xiaolin tidak menanggapi permintaan ICIJ untuk memberi komentar atas laporan tersebut. Orang yang menjawab telepon ICIJ hari Selasa di sebuah fasilitas milik pemerintah dimana Li menjadi pimpinan, menolak menyambungkan telepon kepada Li atau memberi informasi untuk menghubungi Li.

Walaupun Partai Komunis China berakar pada sosialisme, pejabat-pejabat partai memanfaatkan kekuasaan mereka untuk menempatkan keluarga dan sahabat-sahabat mereka pada industri-industri utama negara itu seperti energi, komunikasi dan perbankan, dengan menyediakan hadiah yang luar biasa besar. Tetapi sebagaimana kecaman banyak pihak, hal itu dilakukan dengan mengorbankan upaya perbaikan taraf hidup masyarakat.

Tahun 2012 Bloomberg melaporkan keluarga Presiden China Xi Jinping memiliki investasi di beberapa perusahaan dengan total aset mencapai 376 juta dolar (atau Rp 4,8 triliun), juga 18 persen saham tidak langsung di sebuah perusahaan yang asetnya bernilai 1,73 miliar dollar dan 20,2 juta dolar investasi dalam perusahaan perdagangan teknologi. Meski demikian, tidak ada aset yang terkait langsung pada Xi Jinping, istri atau putri mereka.

Tahun 2012 harian New York Times melaporkan keluarga mantan Perdana Menteri China Wen Jiabao menguasai aset bernilai sedikitnya 2,7 miliar dolar.

Tahun 2014, lewat bocoran informasi, the International Consortium of Investigative Journalist mendapati bahwa anak-anak para pejabat senior China yang dikenal sebagai “Red Aristocracy” telah menyimpan kekayaan di rekening dan perusahaan lepas pantai. Li Xiaolin adalah direktur dua perusahaan Inggris “Virgin Islands” yang terdaftar sejak tahun 2005.

Kampanye anti-korupsi Partai Komunis China dilancarkan oleh Xi Jinping setelah ia menguasai partai tersebut pada akhir tahun 2012 dan mendapati sejumlah kasus penyalahgunaan jutan dolar anggaran oleh pejabat-pejabat partai, juga keluarga dan kalangan dekat mereka. Kader-kader partai yang diduga melakukan korupsi telah didakwa menerima uang suap dan menyalahgunakan posisi mereka untuk memberi keuntungan besar bagi pihak lain.

Li Xiaolin adalah putri satu-satunya Li Peng, perdana menteri China antara tahun 1987 – 1998. Li Xiaolin adalah pemimpin BUMN listrik raksasa China Power International Development Ltd. Masyarakat China mengenalnya dengan nama panggilan “Power Queen”. Ia juga dikenal menyukai pakaian-pakaian mewah, meski sejak Xi Jinping berkuasa ia kerap menggunakan pakaian yang lebih sederhana dan menggunakan tas belanja yang bisa digunakan berulangkali.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X