Kompas.com - 10/02/2015, 16:28 WIB
Tokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim. AP PhotoTokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim.
EditorEgidius Patnistik
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Upaya hukum terakhir pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, ditolak Mahkamah Agung negara itu, Selasa (10/2/2015) siang. Ini artinya Anwar akan kembali mendekam di penjara dalam usia senjanya.

Anwar sudah menduga putusan pengadilan akan berpihak pada kepentingan pemerintah yang berkuasa untuk membungkam aktivitas politiknya. Tahun 1998, Anwar Ibrahim dijerat dengan tuduhan sodomi yang membuatnya dipenjarakan selama 6 tahun, sebelum akhirnya dibebaskan. Namun kini, Anwar Ibrahim kembali akan masuk penjara atas kasus yang sama setelah permohonan bandingnya ditolak Mahkamah Agung Malaysia. Hukuman penjara itu akan mengakhiri karier politik Anwar Ibrahim. Namun, menurut Anwar, perjuangannya bukanlah untuk dirinya sendiri, melainkan demi keadilan di Malaysia.
 
Dalam wawancara dengan KompasTV di Jakarta, beberapa hari sebelum menghadapi putusan, Anwar menyatakan, dirinya siap kembali dipenjara. Menurut Anwar, bukan kali ini saja dirinya dizalimi pemerintah. Penjara bukan hal baru baginya.
 
"Saya dipenjara sebagai tahanan politik selama 2 tahun waktu saya berumur 20 tahun. Sudah wakil perdana menteri, masuk (penjara) lagi 6 tahun. Saya sekarang 67 tahun, mau menjelang 70 tahun, mau dipenjara lagi. Andaikan ini harga yang harus saya bayar untuk mempertahankan kebebasan dan keadilan, maka saya sedia," ujar Anwar.
 
Ia menyatakan sudah berbicara dengan anak beserta istrinya, dan mereka ikhlas. Padahal, para sahabatnya di sejumlah negara, termasuk mantan Presiden RI, BJ Habibie, menyarankan agar Anwar jangan pulang ke Malaysia dan berjuang dari luar negeri saja. Namun, Anwar enggan menerima usulan para sahabatnya, walaupun ancaman pemenjaraan menanti di depan mata. "Saya sedia. Insya Allah," tekannya.
 
Petikan wawancara Anwar Ibrahim dengan KompasTV bisa Anda saksikan dalam program Kompas Petang, Selasa 10 Februari 2015 pukul 16.30 WIB. (Juanita Wiratmaja/Kompas TV)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber KompasTV
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.