Sosok Humanis Kayla Mueller, Tawanan ISIS asal AS yang Dikabarkan Tewas di Suriah

Kompas.com - 07/02/2015, 07:24 WIB
Tawanan ISIS Kayla Jean Mueller Daily CourierTawanan ISIS Kayla Jean Mueller
Penulis Bayu Galih
|
EditorBayu Galih

KOMPAS.com - Serangan udara yang dilakukan oleh militer Jordania ke basis pertahananan kelompok teroris yang menamakan diri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), pada Jumat (6/2/2015) siang, dikabarkan menewaskan tawanan perempuan asal Amerika Serikat. Informasi ini masih simpang siur, karena kabar kematian tawanan itu hanya dirilis oleh ISIS.

Dalam sebuah pernyataan di internet, ISIS mengatakan perempuan AS itu terkubur reruntuhan bangunan akibat serangan yang dilancarkan ke kota Raqa. ISIS hanya memperlihatkan sebuah gambar reruntuhan bangunan, tanpa memperlihatkan jenazah korban. (Baca: ISIS Sebut Tawanan Perempuan Asal AS Tewas Akibat Serangan Udara Jordania)

Mengutip Washington Post, Sabtu (7/2/2015), perempuan AS yang ditawan itu diidentifikasi oleh ISIS sebagai Kayla Jean Mueller. Perempuan asal Prescott, Arizona, itu merupakan pekerja kemanusiaan asal AS yang bekerja untuk lembaga Support to Life dan masuk ke Suriah pada akhir 2012. Mueller diperkirakan diculik ISIS pada 4 Agustus 2013 di kota Aleppo, usai mengunjungi sebuah rumah sakit yang dikelola lembaga Doctors Without Borders (MSF) asal Spanyol.

Menurut keterangan MSF, Kayla datang ke rumah sakit bersama seorang teknisi yang ditugaskan oleh perusahaan yang dikontrak MSF untuk melakukan perbaikan pada 3 Agustus 2013. Kayla sempat bermalam karena alasan keamanan. Kemudian setelah tugas perbaikan selesai pada 4 Agustus 2013, tim MSF mengatur transportasi untuk Kayla dan teknisi tersebut ke terminal bus Aleppo. Rencananya mereka akan ke Turki, namun Kayla ditahan dalam perjalanan ke terminal bus. 

Derita pengungsi

Sebuah media lokal di Arizona, Daily Courier, pernah menulis profil Kayla Mueller. Ketika itu, perempuan berusia 26 tahun itu mengaku hati nuraninya makin tersentak dengan penderitaan masyarakat Suriah ketika menjadi relawan di kamp pengungsian warga Suriah di Turki.

Kayla mengenang hal yang menjadi titik balik dalam hidupnya berawal ketika membantu seorang pria Suriah menemukan dua anak perempuannya yang berusia 6 tahun di pengungsian tempatnya bekerja. Pria Suriah itu mengaku telah kehilangan istrinya yang tewas di Suriah, tapi dia belum juga bisa menemukan anak laki-laki dan anak perempuannya yang berusia 11 tahun, yang masih hilang saat berusaha kabur dari Suriah.

Beruntung, pria itu kemudian menemukan anak perempuannya yang berusia 11 tahun itu, yang baru saja menyelesaikan operasi di sebuah rumah sakit di Turki. Tapi, pria Suriah itu tetap merindukan anak laki-lakinya. Kepada Kayla, pria itu pun memperlihatkan foto anak laki-lakinya yang hilang.

"Ini bukan kisah yang asing di Suriah. Ini adalah realita untuk masyarakat Suriah selama dua tahun terakhir," ucap Mueller kepada Daily Courier, dalam sebuah acara amal saat pulang ke kampung halamannya di Prescott, Arizona pada 31 Mei 2013.

"Saat para warga Suriah itu tahu saya orang Amerika, mereka bertanya. 'Di mana (tindakan) masyarakat dunia?' Saat itu saya hanya bisa menangis, karena saya memang tidak tahu," ucap Kayla Mueller.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X