Kompas.com - 06/02/2015, 15:14 WIB
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com — Sejumlah jet tempur F-16 Jordania melancarkan 20 serangan udara terhadap beberapa posisi ISIS pada Kamis (5/2/2015) setelah keluarnya deklarasi Raja Abdullah II untuk mengobarkan perang melawan kelompok militan itu. Deklarasi itu muncul setelah ISIS mengeksekusi secara brutal pilot Jordania, Moaz al-Kasasbe, yang sebelumnya ditangkap ISIS. Al Kasasbe, berdasarkan video yang beredar di internet, dimasukkan ke dalam kerangkeng besi lalu dibakar hidup-hidup.

Raja Abdullah II, seorang mantan komandan pasukan khusus Jordania, telah berjanji untuk menyerang kaum militan itu secara keras di pusat benteng-benteng pertahanan mereka.


The Royal Hashemite Court/Instagram Raja Abdullah II saat berbicara dengan sejumlah pejabat militer dalam sebuah latihan.
Kemarin beredar kabar bahwa Sang Raja memimpin sendiri serangan udara itu. Namun, Pemerintah Jordania membantah keterlibatan Raja dalam serangan udara itu. Raja berusia 53 tahun itu dijuluki "Warrior King" selama 35 tahun berdinas di militer.

Menurut biografinya, Raja Abdullah II masuk Royal Military Academy Inggris di Sandhurst tahun 1980 dan kemudian menjadi pilot helikopter serbu Cobra. Pada November 1993, saat masih sebagai pangeran, dia menjadi Komandan Pasukan Khusus Jordania. Tiga tahun kemudian, dia mengubah Unit Pasukan Khusus Jordania yang kecil menjadi seperti saat ini, yaitu Komando Operasi Khusus (SOCOM) yang elite, yang bisa dibilang sebagai yang terbaik di Timur Tengah.


The Royal Hashemite Court/Instagram Raja Abdullah II menghadiri sebuah seremoni militer di Jordania.
Sering mengikuti pelatihan bersama pasukan khusus AS, pasukan khusus Jordania terdiri dari sekitar 14.000 personel dan dapat berkontribusi untuk memerangi ISIS di wilayah yang tak terjangkau serangan udara Jordania.


The Royal Hashemite Court/Instagram Raja Abdullah II memiloti helikopternya saat mengunjungi sejumlah tempat di kerajaannya
Sebagai kepala monarki konstitusional, prajurit karier itu memegang kekuasaan yang besar.

The Royal Hashemite Court/Instagram Raja Abdullah II berbicara dengan tentara setelah makan bersama.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.