Kompas.com - 06/02/2015, 14:24 WIB
EditorEgidius Patnistik
PAPASNA, KOMPAS.com - Pemerintah Obama sedang mempertimbangkan untuk menyediakan senjata pertahanan bagi Ukraina untuk melawan pemberontak yang didukung Rusia, setelah beberapa pejabat senior dan mantan pejabat senior menyerukan perubahan kebijakan.

Pihak Barat selama ini hanya menyediakan bantuan kemanusiaan dan pasokan militer non-senjata, seperti seragam dan peralatan komunikasi. Di bekas garis gencatan senjata, pasukan Ukraina bertahan, tetapi kalah persenjataan dan mengalami banyak korban.

Papasna adalah pos pemeriksaan keamanan terakhir sebelum memasuki medan tempur. Pasukan Ukraina memeriksa dengan seksama siapa yang masuk, sementara beberapa keluarga berdesak-desakan dalam kendaraan untuk meninggalkan lokasi itu dan bus-bus penuh anak-anak menuju ke rumah keluarga atau tempat penampungan.

Tak jauh dari lokasi itu, ada sebuah kota yang hampir tak berpenghuni dan telah berulangkali dihujani tembakan senjata berat. Banyak dari yang tetap tinggal mendukung pemberontak, dan tidak senang melihat melihat orang Barat datang berkunjung.

Walikota Papasna, Yuriy Onishenko, dan beberapa stafnya yang setia kepada pemerintah Ukraina, berupaya tetap bekerja di tengah serangan artileri.

“Sebagai walikota, saya bahkan tidak bisa mengurut tugas-tugas saya karena semua tergantung pada saya. Separuh pertama hari kerja kami – saya dan wakil saya – pergi dengan mobil pribadi saya, demikian pula dengan sekitar 7-8 petugas balaikota, dan kemudian kami membawa makanan hangat kepada orang-orang di tempat penampungan di ruang bawah tanah,” paparnya.

Tidak jauh dari Papasna, ada kota Debaltseve yang terkepung, di mana pasukan Ukraina bertahan menghadapi pengepungan selama lebih dari satu minggu.

Gubernur baru di daerah Donetsk yang sebagian telah berhasil diduduki pasukan pemerintah Ukraina, Jendral Alexander Kihtenko tahu apa yang dibutuhkannya.

“Tentu saja sebagai seorang militer, sebagai Jenderal pasukan Ukraina, saya bisa mengatakan, ya kami saat ini memang sangat membutuhkan bantuan militer, termasuk peralatan komunikasi dan pengintaian, juga persenjataan modern dan mungkin senjata-senjata anti-tank. Kami memiliki tim spesialis yang bisa menggunakan senjata-senjata modern. Tetapi tentu saja kehadiran beberapa instruktur juga akan sangat membantu,” ujar Kihtenko.

Gubernur Kihtenko juga punya artifak baru di kantornya, sekeping peluru artileri yang menurut para pejabat, menghantam kota Mariupol dua minggu lalu dan menewaskan 30 orang.

Sanksi-sanksi ekonomi Barat tidak menyurutkan dukungan Presiden Rusia Vladimir Putin pada para pemberontak. Menyediakan senjata kepada pasukan Ukraina mungkin bisa meningkatkan tekanan terhadap para pemberontak, tetapi reaksinya sulit diprediksi, ujar analis Yaroslav Voitko di International Center for Policy Studies di Kiev.

“Pemberian bantuan senjata mematikan mungkin akan membuat Putin serius menghentikan aksi kekerasan ini. Tetapi reaksi Putin tidak bisa diprediksi dan ironisnya, apapun mungkin terjadi,” kata Yaroslav.

Hal-hal yang tidak bisa diprediksi ini yang membuat pihak asing tidak memberi bantuan senjata kepada Ukraina. Tetapi pasukan yang terkepung ini mungkin akan segera mendapat bantuan ketika mereka berjuang mempertahankan garis depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.