Kompas.com - 06/02/2015, 06:17 WIB
EditorBayu Galih

KIEV, KOMPAS.com - Upaya-upaya dipliomatik terus berlangsung untuk mengakhiri perang yang kembali marak di Ukraina timur. Presiden Prancis, Francois Hollande, dan Kanselir Jerman, Angela Merkel, sudah tiba di ibukota Ukraina, Kiev, untuk menyampaikan sebuah prakarsa damai yang baru.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry juga berada di Kiev. Kerry mengatakan, AS menginginkan sebuah solusi diplomatik, namun tidak akan menutup mata atas agresi Rusia.

Pertarungan antara pasukan Ukraina dan kelompok pemberontak pro-Rusia di Ukraina timur sejak April lalu sejauh ini sudah menewaskan 5.000 jiwa.

Ukraina dan dunia Barat menuduh Rusia mempersenjatai kelompok pemberontak. Selain itu, Rusia juga dituduh mengerahkan pasukan di sepanjang perbatasan Ukraina-Rusia.

Rusia selalu membantah keterlibatannya, namun mengatakan beberapa sukarelawan Rusia ikut bertarung membantu kelompok pemberontak.

Dalam konferensi pers bersama dengan John Kerry, Perdana Menteri Ukraina, Arseniy Yatsenyuk, mengatakan ada kebutuhan untuk mencapai perdamaian.

"Kita harus mendapat perdamaian. Namun kami tidak pernah mempertimbangkan apa pun yang mengganggu integritas teritorial kami...Ukraina."

Sementara Kerry menuduh Rusia melanggar kedaulatan Ukraina dengan melintasi perbatasan Ukraina "secara sengaja dengan senjata dan personel."

"Kami memilih jalan ke luar yang damai melalui diplomasi, tapi Anda tidak bisa memiliki perdamaian satu sisi saja," ucap Kerry.

Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Lukashevich, sudah mengatakan setiap keputusan oleh AS untuk memasok senjata ke Ukraina akan menimbulkan "kerusakan besar dalam hubungan Rusia-Amerika Serikat".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.