Kompas.com - 04/02/2015, 11:18 WIB
Sebuah foto dirilis oleh ISIS di situsnya, Rabu (24/12/2014), yang memperlihatkan penawanan pilot Yordania. ISIS menawan pilot itu setelah menembak jatuh pesawatnya dengan misil. AFP PhotoSebuah foto dirilis oleh ISIS di situsnya, Rabu (24/12/2014), yang memperlihatkan penawanan pilot Yordania. ISIS menawan pilot itu setelah menembak jatuh pesawatnya dengan misil.
EditorEgidius Patnistik
AMMAN, KOMPAS.com — Pemerintah Jordania mengeksekusi dua terpidana teroris pada saat fajar hari Rabu (4/2/2015) setelah bersumpah untuk memberikan tanggapan keras atas pembunuhan seorang pilot tempur negara itu oleh kelompok Negara Islam atau ISIS. Demikian menurut laporan kantor berita AFP yang mengutip juru bicara pemerintah Jordania, Mohammad al-Momani.

Al-Momani mengatakan, teroris perempuan bernama Sajida al-Rishawi dan anggota Al Qaeda Ziad al-Karboli, keduanya asal Irak, telah dieksekusi pada pukul 04.00 waktu setempat (atau Rabu pukul 09.00 WIB).

Hari Selasa, Jordania telah berjanji untuk mulai mengeksekusi sejumlah teroris yang telah divonis mati pada saat fajar hari ini. Langkah itu merupakan tanggapan atas pembunuhan keji terhadap pilot tempur negara itu oleh ISIS. Pilot itu dikatakan telah dimasukkan ke dalam sebuah kerangkeng besi lalu dibakar hidup-hidup.

"Hukuman mati akan dilakukan terhadap sekelompok militan, dimulai dengan Rishawi, serta operator Al Qaeda asal Irak Ziad Karbuli dan orang-orang lain yang menyerang kepentingan Jordania," kata seorang pejabat yang tak mau disebut namanya.

Raja Abdullah II, yang sedang mengunjungi Washington saat video pembakaran pilot itu beredar di dunia maya, langsung mempersingkat kunjungannya dan segara kembali.

Raja itu, yang pernah bertugas di militer, menggambarkan Letnan Maaz al-Kassasbeh, sang pilot, sebagai pahlawan dan bersumpah untuk memerangi para ekstremis ISIS, yang telah mengeksekusi sejumlah tawanan di depan kamera dalam beberapa bulan terakhir.

"Tanggapan Jordania akan sangat dahsyat," kata Menteri Informasi Mohammed Momani di televisi, sementara tentara dan pemerintah berjanji untuk membalas pembunuhan pilot itu. "Siapa pun yang meragukan persatuan rakyat Jordania, kami akan membuktikan bahwa mereka salah."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.