Tahanan Khmer Merah Dipaksa Kuburkan 12.000 Tengkorak

Kompas.com - 02/02/2015, 18:29 WIB
Seorang tokoh senior Khmer Merah Khieu Samphan, berbicara dengan pengacaranya dalam pengadilan yang digelar di ibu kota Kamboja, Phnom Pehn, Senin (21/10/2013). Jaksa menuntut dua tokoh senior Khmer Merah yang masih hidup, Khieu Samphan dan Nuon Chea hukuman penjara seumur hidup. MARK PETERS / ECCC / AFPSeorang tokoh senior Khmer Merah Khieu Samphan, berbicara dengan pengacaranya dalam pengadilan yang digelar di ibu kota Kamboja, Phnom Pehn, Senin (21/10/2013). Jaksa menuntut dua tokoh senior Khmer Merah yang masih hidup, Khieu Samphan dan Nuon Chea hukuman penjara seumur hidup.
EditorErvan Hardoko
PHNOM PENH, KOMPAS.com — Pengadilan kejahatan perang Kamboja yang disponsori PBB, Senin (2/2/2015), mendengarkan pernyataan seorang saksi yang mengatakan dia membantu menguburkan lebih dari 12.000 tengkorak dari sebuah kuburan massal di luar kota Phnom Pehn.

Mantan tahanan yang bersaksi itu, Keo Chandara (63), mengatakan, dia menggali ribuan tengkorak itu di penjara Kraing Ta, provinsi Takeo, sekitar 80 kilometer sebelah selatan Phnom Pehn, tak lama setelah rezim itu jatuh pada 1979.

"Kami disuruh menggali makam-makam itu. Saya menggali sekitar delapan makam," ujar Keo Chandara.

Saksi yang diajukan jaksa penuntut itu juga memberikan gambaran mengerikan cara para kader Khmer Merah menyiksa tahanan, termasuk seorang perempuan dengan sebuah jepitan besi dan kemudian asam sulfur.

"Dia menjerit dan terdapat sekitar 10 orang tahanan lain diperintahkan untuk duduk dan menyaksikan proses penyiksaan itu," tambah Chandara.

"Saat itu mereka tidak mengajukan orang ke pengadilan seperti ini. Mereka membunuh orang begitu saja," lanjut Chandara.

Pengadilan kejahatan perang Kamboja saat ini tengah menyidangkan Nuon Chea (88) atau dikenal dengan nama "Saudara Nomor Dua" dan mantan kepala negara Khieu Samphan (83). Keduanya menghadapi dakwaan membantai etnis minoritas Vietnam dan Muslim, melakukan pernikahan paksa dan pemerkosaan dalam masa Khmer Merah berkuasa pada 1975-1979.

Jika terbukti, kedua pria uzur itu terancam hukuman penjara seumur hidup. Kedua mantan petinggi Khmer Merah itu membantah semua tuduhan yang diarahkan kepada mereka.

Sekitar 100.000-500.000 etnis Muslim Campa dan 20.000 orang keturunan Vietnam diperkirakan tewas dalam empat tahun masa kekuasan rezim Khmer Merah.

Dipimpin "Saudara Nomor Satu" Pol Poy yang meninggal dunia pada 1998 tanpa pernah diadili, Khmer Merah menghancurkan masyarakat modern Kamboja dalam upaya mereka mendirikan negeri impian pertanian berhaluan Marxis.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X