Kompas.com - 02/02/2015, 18:07 WIB
Zhang Lidong salah seorang anggota sebuah aliran sesat di China yang dihukum mati setelah dinyatakan bersalah membunuh seorang pria di sebuah restoran McDonald's. BBCZhang Lidong salah seorang anggota sebuah aliran sesat di China yang dihukum mati setelah dinyatakan bersalah membunuh seorang pria di sebuah restoran McDonald's.
EditorErvan Hardoko

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China telah mengeksekusi dua anggota aliran sesat dalam kasus pembunuhan seorang perempuan di restoran McDonald di Shandong.  Demikian dijelaskan pihak pengadilan Shandong, Senin (2/2/2015) pagi lewat media sosial Weibo.

Zhang Lidong dan anak perempuanya Zhang Fan merupakan anggota dari Gereja Aliran "Tuhan Yang Maha Kuasa" yang dilarang pemerintah.

Mereka merupakan bagian dari sebuah kelompok yang berupaya untuk merekrut korban yang berusia 35 tahun, Wu Shuoyan, menjadi anggota. Upaya perekrutan itu terjadi di sebuah restoran di kota Zhaoyuan pada Mei 2014.

Kedua anggota kelompok sesat itu terbukti bersalah pada Oktober tahun lalu. Ketiga anggota lain kelompok itu dijatuhi hukuman penjara antara tujuh tahun sampai seumur hidup.

Pengadilan mengatakan Zhang Fan telah meminta nomor telepon Wu sebanyak dua kali. Ketika korban menolak, kelompok itu yakin Wu "dipengaruhi setan" dan Zhang Fan melemparnya dengan kursi.

Sejumlah anggota kelompok itu lalu ikut menyerang dan memukul dia dengan alat pengepel lantai yang dibawa Zhang Lidong, yang juga menampar wajah dan kepala Wu. Korban tewas di lokasi kejadian akibat luka-luka yang dialaminya.

Zhang Lidong mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia yakin Wu merupakan seorang iblis dan "kami harus menghancurkan dia". Setelah kasus pembunuhan itu, otoritas China kemudian menangkap sekitar 400.000 para pengikut aliran sesat dalam kurun waktu 2011-2014.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X