Kompas.com - 01/02/2015, 08:33 WIB
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com — Sebuah video diunggah ke internet yang diklaim menunjukkan pemenggalan sandera Jepang, Kenjo Goto, oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS. Video menunjukkan seorang pria beraksen Inggris memenggal kepala Goto.

Di video tertera pula simbol yang sama dengan simbol-simbol sejumlah video ISIS sebelumnya.

Pemerintah Jepang menyatakan sedang mencari tahu keaslian video, sementara Amerika Serikat mengecam keras tindakan kelompok militan tersebut.

“Kami bekerja untuk mengukuhkan keaslian video. Amerika Serikat mengecam keras aksi ISIS dan kami menyerukan pembebasan segera semua sandera,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Bernadette Meehan.

Video itu muncul kurang dari seminggu setelah seorang warga negara Jepang, Haruna Yukawa, dipenggal.

Perundingan

Goto, 47 tahun, adalah seorang wartawan lepas terkenal dan pembuat film yang pergi ke Suriah pada Oktober lalu. Dilaporkan, ia pergi ke Suriah untuk membebaskan seorang warga Jepang lainnya, Haruna Yukawa.

Video yang diklaim menunjukkan pemenggalan Yukawa muncul kurang dari seminggu lalu.

Jepang, bekerja sama dengan Jordania, berusaha membebaskan Goto dan pilot Jordania, Mu'ath Al-Kaseasbeh. Namun, perundingan mencapai jalan buntu pada Sabtu (31/1/2015) pagi.

Dalam pesan video Selasa lalu, ISIS menyatakan, Goto hanya “mempunyai waktu hidup 24 jam” dan Al-Kaseasbeh "bahkan lebih singkat".

Kelompok yang menyebut diri Negara Islam itu kemudian menentukan tenggat waktu saat matahari terbenam hari Kamis bagi pembebasan Goto dengan syarat Jordania membebaskan perempuan Irak, Sajida al-Rishawi, yang dijatuhi hukuman mati karena pengeboman di Amman pada 2005.

Tetapi, perundingan mungkin menjadi rumit karena Jordania juga menuntut Kaseasbeh dibebaskan.

Belakangan muncul kabar bahwa kelompok militan itu berhubungan lewat e-mail dengan ibu Goto, yang mengeluarkan tuntutan terbuka agar putranya dibebaskan.

Semula ISIS menuntut pembayaran tebusan 200 juta dollar AS untuk pembebasan dua warga Jepang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.