Kompas.com - 29/01/2015, 10:17 WIB
EditorEgidius Patnistik
MAJIDIYA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperingatkan kelompok Hezbullah Lebanon bahwa mereka akan membayar "harga penuh" setelah sejumlah rudal yang ditembakan kelompok itu menewaskan dua tentara Israel pada Rabu (28/1/2015).

Seorang anggota pasukan penjaga perdamaian PBB asal Spanyol juga tewas saat Israel dan Hezbullah terlibat baku tembak artileri setelah serangan oleh kelompok militan Syiah tersebut. Insiden itu merupakan bentrokan paling serius antara dua musuh bebuyutan itu dalam beberapa tahun terakhir ini.

"Mereka yang berada di balik serangan pada hari ini akan membayar harga penuh," kata Netanyahu sebagaimana dikutip kantornya dalam pertemuan dengan sejumlah pejabat keamanan Israel pada Rabu malam.

Dua tentara tewas ketika Hezbullah menembakkan rudal anti-tank terhadap sebuah konvoi militer di daerah perbatasan yang diduduki Israel. Tujuh tentara lainnya terluka, tetapi kondisi luka mereka dilaporkan tidak mengancam nyawa.

Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat untuk membahas cara-cara meredakan ketegangan antara kedua belah pihak, yang terlibat perang selama sebulan tahun 2006.

Israel langsung menanggapi penembakan Hezbullah itu dengan "serangan udara dan darat" ke wilayah Lebanon selatan. Serangan Hezbollah itu tampaknya merupakan pembalasan atas serangan Israel baru-baru ini di Dataran Tinggi Golan yang menewaskan sejumlah anggota senior kelompok itu.

Amerika Serikat mendukung Israel setelah baku tembak itu dan mengutuk penembakan Hezbullah terhadap konvoi militer Israel. "Kami mendukung hak sah Israel untuk membela diri dan terus mendesak semua pihak untuk menghormati garis biru antara Israel dan Lebanon," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, kepada wartawan.

Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, mengimbau adanya "penghentian permusuhan segera".

Sumber-sumber keamanan Lebanon mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pasukan Israel telah menyerang beberapa desa di sepanjang perbatasan. Kepulan asap terlihat membubung di desa Majidiya, salah satu desa yang paling terpukul. Sejauh ini tidak ada informasi tentang korban.

Sejumlah pejabat mengatakan, seorang tentara Spanyol yang berusia 36 tahun yang merupakan anggota pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan tewas dalam baku tembak itu.

Hezbullah mengatakan, pihaknya telah menyasar konvoi militer Israel "yang mengangkut beberapa tentara dan perwira Zionis". "Ada sejumlah korban dalam barisan musuh," kata pihak Hezbollah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.