Kompas.com - 29/01/2015, 08:18 WIB
Akun Youtube milik komando pusat militer AS (CentCom) diretas oleh pendukung ISIS, 12 Januari 2015 lalu VOAAkun Youtube milik komando pusat militer AS (CentCom) diretas oleh pendukung ISIS, 12 Januari 2015 lalu
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com - JM Berger, seorang ilmuwan dari Brookings Institution, yang melacak para militan di media sosial, hari Selasa (27/1/2015) mengatakan kepada anggota legislatif Amerika bahwa para pendukung ISIS “mendapat tekanan berat di mana para pengguna internetnya yang paling aktif dan berpengaruh menghadapi sejumlah pemblokiran”.

Twitter telah memblokir hampir 800 akun yang telah dipastikan milik ISIS sejak musim gugur tahun lalu tetapi menurut survei berikutnya oleh Berger dan pakar lainnya Jonathan Morgan, pemblokiran ini mungkin baru permulaan saja karena hampir 18 ribu akun yang terkait dengan jaringan jihad itu diblokir pada periode yang sama.

Berger mengatakan kepada Komisi Hubungan Luar Negeri DPR, meskipun puluhan ribu akun Twitter masih aktif, para penasihat kelompok ISIS di internet menyebut pemblokiran itu “sangat merugikan”. Kelompok ISIS sebelumnya bisa beroperasi di media sosial dengan cukup bebas sampai belakangan ini.

Tetapi setelah ISIS merilis video pemenggalan wartawan Amerika James Foley yang mengerikan, Burger mengatakan Twitter, Facebook dan YouTube telah memberlakukan aturan-aturan yang lebih ketat untuk mencegah pemasangan-pemasangan posting yang mendukung teroris.

Pemblokiran itu kata Berger, menarget sebagian besar akun Twitter yang aktif, menghambat upaya-upaya propaganda kelompok ISIS tetapi membiarkan akun yang kurang aktif supaya badan-badan intelijen bisa mengawasi pendukung kelompok itu.

Berger yakin kondisi saat ini mendekati tekanan yang tepat atas jaringan ISIS, memperlemah kemampuannya untuk mencapai tujuan-tujuannya dan memungkinkan Amerika untuk mengeksploitasi sumber intelijen dari jaringan anggota dan pendukungnya di internet.

Berger mengatakan, sekurangnya ada sekitar 45 ribu akun Twitter yang digunakan oleh pendukung ISIS termasuk akun-akun yang dibuat dan diblokir dalam beberapa bulan terakhir. Ia mengatakan kelompok ISIS menunjukkan keahlian khusus untuk memanfaatkan media sosial dan para komandan Amerika yang memimpin serangan udara internasional terhadap para pelaku Jihad di Irak dan Suriah telah menyampaikan keprihatinan mengenai dampak propaganda tersebut.

Menurut Berger, akun-akun Twitter yang paling aktif “bertindak secara terkoordinir untuk meningkatkan pesan ISIS, memasang di twitter tautan-tautan dan hashtags yang diarahkan pada propaganda ISIS dengan kecepatan yang luar biasa sehingga mudah dicari.

Studi yang disampaikan Berger itu, didanai oleh Google Ideas dan akan diterbitkan bulan Maret mendatang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.