Kompas.com - 28/01/2015, 20:49 WIB
Para pengungsi Kurdi berkumpul di sebuah bukit di kota Mursipitnar, Turki untuk menyaksikan perkembangan pertempuran di kota Kobani yang terletak tak jauh dari perbatasan Turki-Suriah. Di kejauhan nampak asap mengepul akibat pertempuran di kota Kobani. Reuters/Al ArabiyaPara pengungsi Kurdi berkumpul di sebuah bukit di kota Mursipitnar, Turki untuk menyaksikan perkembangan pertempuran di kota Kobani yang terletak tak jauh dari perbatasan Turki-Suriah. Di kejauhan nampak asap mengepul akibat pertempuran di kota Kobani.
EditorEgidius Patnistik
KOBANI, KOMPAS.com — Jalan-jalan penuh puing berserakan, bangunan hancur berantakan. Itulah gambaran tentang kota Kobani di perbatasan Suriah dengan Turki setelah melewati perang berdarah antara militan ISIS dengan para pejuang Kurdi. Sebuah tim wartawan AFP yang tiba di kota itu, Rabu (28/1/2015), melaporkan kondisi tersebut.

Pasukan Kurdi merebut kembali kota itu dari kelompok Negara Islam (ISIS) pada Senin. Perebutan tersebut merupakan sebuah pukulan simbolis bagi militan ISIS yang telah menguasai wilayah luas di Suriah dan Irak lewat serangan brutal mereka.

Setelah pertempuran selama empat bulan, jalan-jalan, yang sekarang dijaga oleh milisi Kurdi, penuh dengan puing-puing dan reruntuhan bangunan. Para pejuang Kurdi yang bersenjatakan senapan Kalashnikov menyambut para wartawan dengan serentetan tembakan ke udara dan membuat "V" sebagai simbol kemenangan.

Pada Selasa, pasukan Kurdi bertempur dengan militan ISIS di desa-desa sekitar Kobani, tetapi kota itu pada Rabu sebagian besar tenang. Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) telah mengumumkan "pembebasan" Kobani pada hari Senin.

Amerika Serikat, Selasa, mengatakan bahwa para pejuang Kurdi telah mengendalikan sekitar 90 persen dari kota itu.

Sejumlah pengamat mengatakan, ISIS kehilangan hampir 1.200 petempurnya dalam pertempuran itu, dari total 1.800 orang yang tewas.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.