Abe: Jepang Berpacu dengan Waktu untuk Bebaskan Sandera ISIS

Kompas.com - 22/01/2015, 08:19 WIB
PM Jepang Shinzo Abe memberikan penjelasan mengenai upaya pembebasan 2 warga Jepang kepada media di Tokyo, Rabu (21/1/2015). APPM Jepang Shinzo Abe memberikan penjelasan mengenai upaya pembebasan 2 warga Jepang kepada media di Tokyo, Rabu (21/1/2015).
EditorEgidius Patnistik
TOKYO, KOMPAS.com - PM Jepang Shinzo Abe mengatakan negara berpacu melawan waktu dalam usahanya membebaskan dua sandera warga Jepang yang ditahan oleh kelompok Negara Islam (ISIS) yang menuntut uang tebusan 200 juta dolar atau Rp 2,5 triliun.

Abe mengatakan kepada wartawan hari Rabu (21/1/2015) di Tokyo, ia telah menginstruksikan para pejabat Jepang untuk menggunakan semua jalur diplomatik yang mungkin untuk mengupayakan pembebasan Kenji Goto dan Haruna Yukawa.

Militan ISIS merilis sebuah video yang mengatakan, mereka akan membunuh kedua orang tadi kecuali jika Jepang memberi uang tebusan dalam waktu 72 jam. ISIS menghubungkan ancaman itu dengan apa yang menurut mereka – dukungan Jepang dalam usaha memerangi kelompok itu.

Abe mengatakan, Jepang tidak akan mengalah pada terorisme. Ia telah menjanjikan bantuan non-militer bagi negara-negara yang diganggu kelompok ekstremis Sunni itu.

Sementara itu, PM Irak Haider al-Abadi mengatakan serangan udara pimpinan Amerika terhadap ISIS telah sangat efektif, namun pemerintahnya mengharapkan lebih banyak bantuan dari masyarakat internasional.

Dalam sebuah wawancara Rabu di Baghdad dengan Associated Press, Abadi menegaskan perlunya memerangi ISIS di darat dan mengatakan pelatihan yang diberikan para penasehat militer internasional terhadap pasukan Irak perlu lebih segera direalisasikan.

PM Irak juga mengatakan, negaranya kesulitan menemukan sumber dana untuk membeli senjata dan memerlukan bantuan untuk segera mendapatkannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Presiden AS Barack Obama telah menghapus kemungkinan mengirim pasukan darat ke Irak. Ia memberikan perintah serangan udara Agustus lalu yang menarget militan ISIS.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.