Kompas.com - 15/01/2015, 08:58 WIB
Seorang polisi terlihat bersenjata lengkap mengamankan gedung Capitol di Capitol Hill, Washington, Amerika Serikat, Senin (16/9/2013), menyusul penembakan di pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat yang berjarak kurang dari 3 kilometer dari gedung Senat Amerika ini. MARK WILSON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFPSeorang polisi terlihat bersenjata lengkap mengamankan gedung Capitol di Capitol Hill, Washington, Amerika Serikat, Senin (16/9/2013), menyusul penembakan di pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat yang berjarak kurang dari 3 kilometer dari gedung Senat Amerika ini.
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.com - Seorang pria AS ditangkap, Rabu (14/1/2015) waktu setempat, atas tuduhan merencanakan serangan terhadap Kongres. Pria itu, sebagaimana dilaporkan Departemen Kehakiman dan FBI terinspirasi oleh militan Negara Islam atau ISIS.

Pria bernama Christopher Cornell (20 tahun) itu ditahan setelah dia membeli dua senjata semi-otomatis dan 600 butir amunisi di Negara Bagian Ohio AS. Departemen Kehakiman AS mengatakan dia didakwa "terkait upaya untuk membunuh para petugas dan karyawan Amerika Serikat" dan kepemilikan senjata api untuk melakukan tindakan kekerasan.

Berdasarkan surat dakwaan, Cornell telah membuka akun Twitter dengan nama samaran Raheel Mahrus Ubaidah. Dalam akun itu dia mem-posting pesan yang mendukung ISIS.

Dia dituduh telah mengirim pesan ke seorang informan FBI (Federal Bureau of Investigasi) tentang garis besar rencananya. "Saya percaya bahwa kita harus berjihad berdasarkan aturan kita sendiri dan merencanakan serangan dan semuanya," katanya kepada informan itu.

Dia juga dikatakan telah berencana untuk melancarkan sejumlah serangan dan ingin menyasar sejumlah pejabat AS di Washington. "Dia menganggap anggota Kongres sebagai musuh dan bahwa dia bermaksud untuk melakukan serangan di US Capitol," kata surat dakwaan itu.

Berdasarkan dokumen FBI, dia mengatakan dirinya berencana untuk "membuat, menanam dan meledakkan bom pipa di dan dekat US Capitol, kemudian menggunakan senjata api untuk menembak dan membunuh para karyawan dan pejabat."

Cornell telah berada di bawah pengawasan FBI sejak Agustus 2014.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelompok militan ISIS, yang mengontrol wilayah luas di Irak dan Suriah, menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk membunuh warga dari negara-negara yang melawan mereka, termasuk warga AS.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.