Al Qaeda Yaman Klaim Dalangi Serangan "Charlie Hebdo"

Kompas.com - 14/01/2015, 18:51 WIB
Foto ini diambil dari video yang dirilis Al Qaeda Semenanjung Arabia (AQAP) yang menampilkan seorang tokoh senior kelompok itu yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan maut ke majalah satir Charlie Hebdo. AL-MALAHEM MEDIA / AFPFoto ini diambil dari video yang dirilis Al Qaeda Semenanjung Arabia (AQAP) yang menampilkan seorang tokoh senior kelompok itu yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan maut ke majalah satir Charlie Hebdo.
EditorErvan Hardoko
SANAA, KOMPAS.com - Kelompok militan Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) yang berbasis di Yaman, Rabu (14/1/2015), mengklaim menjadi dalang serangan maut ke kantor majalah satir Charlie Hebdo yang menewaskan 12 orang pekan lalu.

Salah satu komandan senior AQAP mengatakan aksi itu adalah pembalasan atas penghinaan majalah mingguan itu terhadap Nabi Muhammad dan agama Islam. Klaim itu disampaikan AQAP lewat video yang menampilkan salah seorang komandan seniornya Nasr al-Ansi, yang diunggah lewat akun Twitter kelompok itu.

Dalam video berdurasi 11 menit itu, Al-Ansi mengatakan serangan terhadap Charlie Hebdo yang menewaskan  sejumlah jurnalis dan kartunis termasuk pemimpin redaksi, adalah pembalasan untuk penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Al-Ansi menambahkan AQAP menentukan sasaran, merencanakan serangan dan mendanai operasi tersebut. Namun, dalam video itu Al-Ansi tak memberikan bukti apapun yang mendukung klaim tersebut.

Masih dalam video yang sama Al-Ansi memuji aksi yang dilakukan Cherif dan Said Kouachi yang disebutnya sebagai para pahlawan.

"Selamat bagi negara-negara Islam, karena pembalasan ini sudah menghilangkan rasa sakit yang kita alami. Dua orang pemberani ini menghapuskan debu kenistaan dan menyalakan obor kemenangan di tengah kegelapan," ujar Al-Ansi.

Al-Ansi juga menuding Perancis sebagai bagian dari "partai setan" dan mengatakan negeri itu harus menanggung semua kejahatan AS terhadap Islam, merujuk keterlibatan militer Perancis di Mali.

Selain itu Al-Ansi juga memperingatkan bahwa di masa depan masih akan terjadi lebih banyak tragedi dan teror untuk Perancis.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X