Pemerintah Iran Kecam Edisi Terbaru "Charlie Hebdo"

Kompas.com - 14/01/2015, 17:49 WIB
Sebuah toko surat kabar di Paris, Perancis memasang pengumuman yang menginformasikan majalah Charlie Hebdo edisi terbaru telah habis terjual. Meski sampul edisi terbarunya kembali menuai kontroversi, edisi perdana Charlie Hebdo pasca-penyerangan yang dicetak sebanyak 3 juta eksemplar laris manis di berbagai kota di Perancis. BORIS HORVAT / AFPSebuah toko surat kabar di Paris, Perancis memasang pengumuman yang menginformasikan majalah Charlie Hebdo edisi terbaru telah habis terjual. Meski sampul edisi terbarunya kembali menuai kontroversi, edisi perdana Charlie Hebdo pasca-penyerangan yang dicetak sebanyak 3 juta eksemplar laris manis di berbagai kota di Perancis.
EditorErvan Hardoko
TEHERAN, KOMPAS.com - Pemerintah Iran, Rabu (14/1/2015), mengecam majalah satir Perancis Charlie Hebdo yang kembali menampilkan kartun Nabi Muhammad di edisi terbarunya.

Pemerintah Iran mengatakan penggunaan kembali kartun Nabi Muhammad merupakan sebuah penghinaan dan sebuah langkah provokatif.

"Sampul majalah (Charlie Hebdo) memicu emosi dan menyakiti perasaan umat Muslim di seluruh dunia serta bisa memicu lingkaran setan ekstremisme," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Marzieh Afkham.

Pemerintah Iran sendiri mengecam serangan maut ke kantor majalah Charlie Hebdo yang menewaskan 12 orang pekan lalu. Afkham menambahkan serangan semacam itu sama sekali tidak mewakili Islam dan bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Namun, Afkham melanjutkan, kembali digunakannya kembali kartun Nabi Muhammad sebagai sampul majalah itu justru merupakan penghinaan terhadap kebebasan berbicara yang dijunjung tinggi negara-negara Barat.

"Publikasi semacam itu tak bisa diterima dan pelecehan seperti itu seharusnya dicegah. Menghormati keyakinan dan nilai-nilai pemeluk agama-agama Ilahi merupakan sebuah prinsip utama," ujar Afkham.

Edisi terbaru Charlie Hebdo kembali menuai kontroversi setelah menampilkan kartun Nabi Muhammad memegang spanduk bertuliskan "Je Suis Charlie".

Meski menuai kontroversi, edisi terbaru Charlie Hebdo yang dicetak sebanyak tiga juta eksemplar laris diserbu warga di sebagian besar kota di Perancis.

 



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X