Kompas.com - 14/01/2015, 17:20 WIB
EditorErvan Hardoko
BERLIN, KOMPAS.com — Rencana pemerintah Jerman untuk menempatkan para pencari suaka di bekas barak pasukan khusus Nazi SS di sebuah lokasi bekas kamp konsentrasi menuai kontroversi.

Pemerintah kota Schwerte, Jerman, berencana menampung 21 pencari suaka di sebuah barak militer era Perang Dunia II yang pernah digunakan pasukan SS untuk menjaga kamp konsentrasi Buchenwald.

Pemerintah Jerman menghadapi kekurangan akomodasi untuk menampung para pencari suaka. Banjir pencari suaka, sebagian besar berasal dari Suriah dan Irak, mengakibatkan lokasi penampungan resmi kelebihan beban. Akibatnya, pemerintah lokal dipaksa berimprovisasi untuk mencari alternatif.

Namun, improvisasi yang coba dilakukan pemerintah kota Schwerte dengan menggunakan bekas barak pasukan Nazi justru menuai kecaman.

"Itu bukan tempat yang normal. Itu adalah tempat eksploitasi, penindasan dan kekerasan tanpa batas," kata Direktur Pusat Dokumentasi Kerja Paksa Nazi Christine Glauning kepada majalah Spiegel.

Sejarah tempat itu sendiri sebenarnya tidak terdokumentasi dengan baik. Tempat yang dimaksud hanyalah sebuah pos penjagaan kecil di kamp konsentrasi Buchenwald yang sangat luas, tempat setidaknya 50.000 tahanan tewas akibat kerja paksa.

Barak pasukan Nazi itu sendiri pernah digunakan untuk menahan setidaknya 700 tahanan asal Polandia yang dipaksa bekerja membangun fasilitas jaringan kereta api, tak jauh dari tempat tersebut.

Meski dikecam, pemerintah kota Schwerte mempertahankan keputusannya itu dan bersikukuh bahwa barak itu tidak pernah digunakan untuk menampung para tahanan pekerja paksa.

Sejak masa perang, kata pemerintah kota, barak itu justru digunakan untuk mengakomodasi para veteran perang yang cacat. Tempat tersebut pun pernah digunakan sebagai studio seni.

Banyak bangunan milik Nazi masih digunakan hingga kini di Jerman. Salah satunya adalah Stadion Olimpiade Berlin yang dibangun pada masa pemerintahan Adolf Hitler untuk digunakan dalam Olimpiade 1936.

Hingga kini, Stadion Olimpiade Berlin masih digunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola dan konser-konser musik. Bangunan lainnya adalah Kantor Kementerian Keuangan Jerman yang dulu digunakan sebagai kantor Menteri Angkatan Udara Hermann Goering.

Namun, Jerman menghindari penggunaan bangunan-bangunan yang digunakan sebagai bekas kamp konsentrasi atau bangunan yang secara pribadi terkait dengan Hitler, seperti Fuhrerbunker di Berlin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.