Dicetak 3 Juta Eksemplar, Edisi Terbaru "Charlie Hebdo" Laris Terjual

Kompas.com - 14/01/2015, 16:27 WIB
Antrean panjang warga Perancis di sebuah kios penjual surat kabar untuk memperoleh edisi terbaru majalah satir BERTRAND GUAY / AFPAntrean panjang warga Perancis di sebuah kios penjual surat kabar untuk memperoleh edisi terbaru majalah satir "Charlie Hebdo", Rabu (14/1/2015). Pasca-penyerangan, edisi terbaru majalah ini dicetak sebanyak 3 juta eksemplar, jauh di atas produksi reguler yang hanya mencapai maksimal 60.000 eksemplar.
EditorErvan Hardoko
PARIS, KOMPAS.com — Edisi terbaru majalah satire Charlie Hebdo, yang terbit setelah serangan maut pekan lalu yang menewaskan 12 orang, habis terjual dalam hitungan menit di banyak tempat di Perancis, Rabu (14/1/2015).

"Sangat luar biasa. Antrean di toko saya mencapai 60-70 orang, menunggu saya membuka toko," kata seorang perempuan yang bekerja di sebuah kios penjualan surat kabar di Paris.

"Saya belum pernah melihat hal semacam ini. Sebanyak 450 eksemplar (Charlie Hebdo) yang saya punya habis terjual dalam 15 menit," tambah perempuan itu.

Edisi terbaru majalah ini tetap menimbulkan kontroversi karena kembali menampilkan karikatur Nabi Muhammad di sampul depan dengan memegang sebuah spanduk bertuliskan "Je Suis Charlie" di bawah kepala berita "Semua dimaafkan".

Untuk edisi pasca-penyerangan itu, majalah Charlie Hebdo dicetak hingga tiga juta eksemplar, padahal biasanya majalah ini hanya dicetak maksimal 60.000 eksemplar. Pengelola majalah ini mengatakan, semua keuntungan penjualan akan disalurkan kepada keluarga korban tewas dalam serangan maut itu.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X