Kompas.com - 14/01/2015, 13:57 WIB
Akun Youtube milik US CentCom dibajak oleh pendukung kelompok militan ISIS, Senin (12/1). VOAAkun Youtube milik US CentCom dibajak oleh pendukung kelompok militan ISIS, Senin (12/1).
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.com - Para peretas yang mengaku setia kepada kelompok Negara Islam (ISIS) telah memasang pesan pada akun Twitter dan YouTube milik Komando Sentral militer Amerika atau US CENTCOM yang memimpin perang melawan kelompok teror itu. Peretasan itu terjadi tak lama setelah Presiden AS Barack Obama mengumumkan rencana pemerintahnya untuk meningkatkan keamanan dunia maya bagi konsumen Amerika.

Akun Twitter dan YouTube milik Komando Sentral Amerika yang mengawasi operasi militer di Timur Tengah hari Senin (12/1/2015) diretas oleh orang-orang yang memasang video klip dan pesan simpati pada ISIS.

Pesawat-pesawat tempur Amerika dan koalisi telah membombardir kubu-kubu pertahanan ISIS di Irak dan Suriah. Satu pesan pada laman twitter US CENTCOM mengancam tentara Amerika . Pesan lainnya berbunyi, "Kekhalifahan dunia maya meneruskan jihad dunia mayanya”.

Peretasan itu tampaknya lebih menyebabkan rasa malu pemerintah AS, daripada kekhawatiran mereka atas bobolnya sistem pengamanan.

Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest hari Selasa (13/1/2015) mengatakan, “Jelas ini harus kita selidiki secara serius. Namun sekedar mengingatkan kepada yang meliput berita ini, ada perbedaan sangat jelas antara peretasan sejumlah besar data dengan peretasan akun Twitter.”

Peretasan itu terjadi tak lama setelah Presiden Barack Obama mengumumkan rencana untuk meningkatkan keamanan dunia maya guna melindungi ekonomi Amerika.

"Kami akan mengajukan rancangan undang-undang baru, tentang hak Privasi Konsumen. Lewat kerja sama dengan sektor swasta dan kelompok-kelompok penasehat, kami telah mengidentifikasi beberapa prinsip dasar untuk melindungi privasi pribadi dan memastikan industri terus berinovasi ," janji Obama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tahun lalu, beberapa pengecer besar AS diretas oleh penjahat yang mencuri data kartu kredit. Dan Sony Pictures diretas tidak lama setelah dirilisnya film yang memperolok-olokan pemimpin Korea Utara.

“Sebagaimana kita semua diperingatkan tahun lalu, termasuk peretasan Sony, jaringan internet yang luar biasa ini bukan saja menciptakan peluang sangat besar tapi juga menciptakan kerentanan yang sangat besar bagi kita sebagai bangsa, perekonomian kita, serta bagi masing-masing keluarga,” kata Obama.

Obama mengusulkan undang-undang baru yang akan mewajibkan perusahaan untuk memberitahu kepada pelanggan tentang pencurian data dalam waktu 30 hari, dan menjadikannya sebagai kejahatan jika menjual identitas pelanggan ke luar negeri. Negara-negara bagian Amerika memiliki aturan yang berbeda, banyak diantaranya sudah usang.

Obama juga mengusulkan dipermudahnya cara mengecek laporan kredit konsumen dan disusunnya undang-undang yang melarang perusahaan-perusahaan perangkat lunak pendidikan menjual data tentang siswa kepada pihak ketiga.

Pemerintahan Obama juga berencana untuk mengajukan RUU keamanan dunia maya ke Kongres pada akhir bulan Januari.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.