Polisi Penyidik Penyerangan "Charlie Hebdo" Tewas Bunuh Diri

Kompas.com - 12/01/2015, 20:58 WIB
Dua orang bersenjata terlihat berhadapan dengan polisi di dekat kantor majalah satir Charlie Hebdo di Paris, Perancis, Rabu (7/1/2015). Dalam serangan ke kantor majalah itu 12 orang tewas termasuk dua orang polisi. ANNE GELBARD / AFPDua orang bersenjata terlihat berhadapan dengan polisi di dekat kantor majalah satir Charlie Hebdo di Paris, Perancis, Rabu (7/1/2015). Dalam serangan ke kantor majalah itu 12 orang tewas termasuk dua orang polisi.
EditorErvan Hardoko
PARIS, KOMPAS.com - Seorang perwira polisi senior Perancis yang menyelidiki kasus penyerangan majalah satir Charlie Hebdo bunuh diri beberapa jam setelah serangan maut itu berlangsung.

Komisaris Helric Fredou (45) menembak dirinya sendiri di kantornya di Limoges pada Rabu (7/1 2015), demikian dikabarkan stasiun televisi France 3.

Jasad sang komisaris ditemukan koleganya pada Kamis (8/1/2015) dini hari sekitar pukul 01.00 waktu setempat, hanya beberapa jam setelah serangan terhadap majalah Charlie Hebdo.

Menurut kabar yang beredar beberapa saat sebelum bunuh diri, Komisaris Fredou sempat bertemu dengan keluarga salah seorang korban tewas dalam serangan Charlie Hebdo.

Kepada situs berita Mirror Online, Persatuan Komisioner Kepolisian Nasional Perancis memastikan Helric Fredou tewas bunuh diri.

"Dengan kesedihan mendalam kami mengabarkan bahwa pagi ini kolega kami Helric Fredou, Deputi Direktur Kepolisian Judisial Regional di Limoges, meninggal dunia," demikian pernyataan resmi yang dirilis Persatuan Komisioner Kepolisian Nasional Perancis.

"Di saat berkabung nasional seperti ini, kepolisian nasional terpukul dengan kematian tragis salah seorang anggotanya. Persatuan Komisioner Kepolisian Nasional menyampaikan bela sungkawa untuk keluarga Helric," lanjut pernyataan itu.

Helric Fredou, yang tidak menikah dan tidak memiliki anak itu, memulai kariernya di kepolisian pada 1997 di kota Versailles.

Pada 2012 dia kembali ke kampung halamannya di Limoges dan menjadi wakil direktur kepolisian regional. Media massa Perancis menduga Fredou mengakhiri hidupnya karena depresi dan menderita kelelahan mental akibat tekanan pekerjaan.



Sumber Mirror
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X